KRL ekonomi sudah tidak manusiawi
Senin, 24 September 2012 - 18:45 WIB
KRL ekonomi sudah tidak manusiawi
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) menawarkan skema subsidi yang efisien kepada pemerintah. Dimana artinya skema yang dipergunakan saat ini menghasilkan hasil yang dinilai buruk. Pemerintah dalam aturannya cuma subsidi pada kereta jenis ekonomi.
"Jangan bicara soal ekonomi dikurangi, tapi pemerintah mau mensubsidi ngga?, menurut saya, ekonomi tidak manusiawi," kata Direktur Keuangan KCJ, Tri Handoyo di kantornya, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Di menjelaskan, kereta yang tersedia harusnya keseluruhan menggunakan AC. Namun subsidi pada kereta AC diatur agar konsumen yang menerima hanya yang benar-benar membutuhkan subsidi. "Tidak akan susah, Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja bisa diberikan seperti itu, cuma yang kurang mampu kan yang dapat," ucapnya.
Sedangkan untuk pengelola, menurutnya bisa diberikan kepada pihak manapun, akan tetapi tidak jauh dari instansi yang terkait dengan transportasi. "kewenangannya terserah saja, untuk siapa yang pantas disubsidi," pungkasnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia berkomitmen pada 2013 atau 2014 mendatang, seluruh Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi atau non AC dihapuskan.
"Kereta ekonomi usianya cukup tua, ada yang sampai 40 tahun, kita tidak bisa mengharapkan dia selamanya bekerja," ujar Kepala PT KAI Daerah Operasional I Jabodetabek, Purnomo Radiq kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Dengan penghapusan ini, otomatis yang diberlakukan hanya single class atau kereta ber-AC, seperti konsep kereta Commuter Line sesungguhnya.
"Jangan bicara soal ekonomi dikurangi, tapi pemerintah mau mensubsidi ngga?, menurut saya, ekonomi tidak manusiawi," kata Direktur Keuangan KCJ, Tri Handoyo di kantornya, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Di menjelaskan, kereta yang tersedia harusnya keseluruhan menggunakan AC. Namun subsidi pada kereta AC diatur agar konsumen yang menerima hanya yang benar-benar membutuhkan subsidi. "Tidak akan susah, Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja bisa diberikan seperti itu, cuma yang kurang mampu kan yang dapat," ucapnya.
Sedangkan untuk pengelola, menurutnya bisa diberikan kepada pihak manapun, akan tetapi tidak jauh dari instansi yang terkait dengan transportasi. "kewenangannya terserah saja, untuk siapa yang pantas disubsidi," pungkasnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia berkomitmen pada 2013 atau 2014 mendatang, seluruh Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi atau non AC dihapuskan.
"Kereta ekonomi usianya cukup tua, ada yang sampai 40 tahun, kita tidak bisa mengharapkan dia selamanya bekerja," ujar Kepala PT KAI Daerah Operasional I Jabodetabek, Purnomo Radiq kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Dengan penghapusan ini, otomatis yang diberlakukan hanya single class atau kereta ber-AC, seperti konsep kereta Commuter Line sesungguhnya.
(gpr)
Lihat Juga :