Akhir bulan, tarif tol Jakarta-Cikampek naik 10%
Selasa, 25 September 2012 - 14:05 WIB
Akhir bulan, tarif tol Jakarta-Cikampek naik 10%
A
A
A
Sindonews.com - Guna memberikan pelayanan optimal kepada para pengguna jalan serta menjaga investasi fasilitas di Jalan tol, PT Jasa Marga, tbk memastikan tarif Tol Jakarta-Cikampek, akan mengalami kenaikan sebesar 10 persen yang akan mulai diterapkan mulai akhir bulan September 2012.
Hal tersebut terpaksa dilakukan oleh Jasamarga lantaran kenaikan yang semestinya sudah diterapkan per tanggal 5 Juli tersebut juga digunakan untuk biaya perawatan jalan tol.
"Seharusnya bulan Juli kemarin, namun Menteri Pekerjaan Umum melalui BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) belum menyetujui karena kondisi fasilitas di beberapa ruas jalan masih harus ada perbaikan," ujar Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin, kepada wartawan di Kantor Pusat Jasamarga, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (25/9/2012).
Untuk itu Hasanudin menjelaskan pihaknya telah melakukan banyak hal seperti konstruksi jalan, kerataan, kekesatan, memaksimalkan gardu tol otomatis dan transaksi elektronik, menambah CCTV. "Sekitar bulan puasa kemarin sudah kami perbaiki. Jadi yang disyaratkan oleh pemerintah sudah dalam kondisi baik," ungkapnya.
Lebih lanjut Hasanuddin mengaku kenaikan sebesar 10 persen tersebut telah disesuaikan dengan besaran inflasi selama dua tahun. "Kenaikan tarif itu disesuaikan dengan inflasi dua tahun," tambahnya.
Seperti diketahui tarif tol sepanjang 72 kilometer tersebut saat ini adalah untuk tarif tol terdekat Jakarta-Cikampek golongan 1, sebesar Rp1.000 dan tarif terjauh adalah Rp11.000. Untuk golongan II, tarif terjauh sebesar Rp17.000 dan golongan V, tarif terjauhnya sebesar Rp33.000.
Sementara, untuk volume lalu lintas harian di ruas tol Jakarta-Cikampek rata-rata 550 ribu kendaraan dan pendapatan rata-rata per hari sekitar Rp2,5 Miliar.
Hal tersebut terpaksa dilakukan oleh Jasamarga lantaran kenaikan yang semestinya sudah diterapkan per tanggal 5 Juli tersebut juga digunakan untuk biaya perawatan jalan tol.
"Seharusnya bulan Juli kemarin, namun Menteri Pekerjaan Umum melalui BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) belum menyetujui karena kondisi fasilitas di beberapa ruas jalan masih harus ada perbaikan," ujar Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin, kepada wartawan di Kantor Pusat Jasamarga, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (25/9/2012).
Untuk itu Hasanudin menjelaskan pihaknya telah melakukan banyak hal seperti konstruksi jalan, kerataan, kekesatan, memaksimalkan gardu tol otomatis dan transaksi elektronik, menambah CCTV. "Sekitar bulan puasa kemarin sudah kami perbaiki. Jadi yang disyaratkan oleh pemerintah sudah dalam kondisi baik," ungkapnya.
Lebih lanjut Hasanuddin mengaku kenaikan sebesar 10 persen tersebut telah disesuaikan dengan besaran inflasi selama dua tahun. "Kenaikan tarif itu disesuaikan dengan inflasi dua tahun," tambahnya.
Seperti diketahui tarif tol sepanjang 72 kilometer tersebut saat ini adalah untuk tarif tol terdekat Jakarta-Cikampek golongan 1, sebesar Rp1.000 dan tarif terjauh adalah Rp11.000. Untuk golongan II, tarif terjauh sebesar Rp17.000 dan golongan V, tarif terjauhnya sebesar Rp33.000.
Sementara, untuk volume lalu lintas harian di ruas tol Jakarta-Cikampek rata-rata 550 ribu kendaraan dan pendapatan rata-rata per hari sekitar Rp2,5 Miliar.
(gpr)
Lihat Juga :