Gubernur Jabar tolak kenaikan tarif KRL
Selasa, 25 September 2012 - 18:04 WIB
Gubernur Jabar tolak kenaikan tarif KRL
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunda rencana kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line sebesar Rp2.000 per 1 Oktober ini.
Pasalnya, kenaikan tersebut cukup memberatkan masyarakat, khususnya pengguna kereta asal Bogor, Depok dan Bekasi yang per harinya mencapai 3,2 juta orang.
"Seharusnya kenaikan tarif KRL itu didahului dengan perbaikan pelayanan publik yang baik. Tidak serta merta menaikan tarif begitu saja," ujar Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan kepada wartawan disela-sela inspeksi mendadak ke Stasiun Bogor, Selasa (25/9/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan kemacetan di kota penyangga ibukota, pihaknya akan bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, khususnya terkait dengan pengadaan mass rapid transport (MRT).
"Permasalahan Jakarta permasalahan Jawa Barat juga, dalam hal kemacetan dan banjir. Untuk itu perlu adanya penanganan khusus dan sinergi antara Pemprov Jabar dengan DKI, apalagi jumlah pengguna transportasi masal seperti kereta api ini cukup besar," katanya.
Pasalnya, kenaikan tersebut cukup memberatkan masyarakat, khususnya pengguna kereta asal Bogor, Depok dan Bekasi yang per harinya mencapai 3,2 juta orang.
"Seharusnya kenaikan tarif KRL itu didahului dengan perbaikan pelayanan publik yang baik. Tidak serta merta menaikan tarif begitu saja," ujar Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan kepada wartawan disela-sela inspeksi mendadak ke Stasiun Bogor, Selasa (25/9/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan kemacetan di kota penyangga ibukota, pihaknya akan bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, khususnya terkait dengan pengadaan mass rapid transport (MRT).
"Permasalahan Jakarta permasalahan Jawa Barat juga, dalam hal kemacetan dan banjir. Untuk itu perlu adanya penanganan khusus dan sinergi antara Pemprov Jabar dengan DKI, apalagi jumlah pengguna transportasi masal seperti kereta api ini cukup besar," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :