Transaksi bayar premi Prudential ditarget naik 200%
Rabu, 26 September 2012 - 18:36 WIB
Transaksi bayar premi Prudential ditarget naik 200%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk targetkan transaksi pembayaran premi Asuransi Prudential Indonesia naik 200 persen per bulan. Ini seiring dengan kerjasama kedua perusahaan tersebut, dimana nasabah Prudential dapat membayar premi melalui fasilitas yang disediakan Bank BNI.
"Kalau sekarang 64 ribu per bulan, maka targetnya kedepan bisa naik dua kali lipat. Itu minimal," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Susanto di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Darmadi menyebutkan, pihak BNI akan menerima imbalan sekitar Rp350-400 juta per bulan dari setiap transaksinya. Fasilitas itu nantinya meliputi layanan pembayaran premi pemegang polis Prudential Indonesia melalui autodebet BNI. Dimana juga melengkapi layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
"Kita inginkan semua chanel bisa, internet, sms, mau dimana juga bisa. Yang penting lewat BNI. Ini memang belum terjadi, karena platform kita belum sama. Internet sendiri, sms sendiri," jelasnya.
Saat ini, dia menuturkan, BNI sedang penjajakan dengan 10 asuransi jiwa yang mayoritas swasta. Lanjutnya, beberapa asuransi tersebut akan selesai pada tahun ini. Sedangkan untuk bank asuransi, Darmadi mengaku belum ada.
"Untuk payment kita rencanakan terus. Jumlah ada 10 asuransi jiwa swasta kebanyakan. Ada yang sudah carry over dan tahun ini," pungkasnya.
"Kalau sekarang 64 ribu per bulan, maka targetnya kedepan bisa naik dua kali lipat. Itu minimal," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Susanto di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Darmadi menyebutkan, pihak BNI akan menerima imbalan sekitar Rp350-400 juta per bulan dari setiap transaksinya. Fasilitas itu nantinya meliputi layanan pembayaran premi pemegang polis Prudential Indonesia melalui autodebet BNI. Dimana juga melengkapi layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
"Kita inginkan semua chanel bisa, internet, sms, mau dimana juga bisa. Yang penting lewat BNI. Ini memang belum terjadi, karena platform kita belum sama. Internet sendiri, sms sendiri," jelasnya.
Saat ini, dia menuturkan, BNI sedang penjajakan dengan 10 asuransi jiwa yang mayoritas swasta. Lanjutnya, beberapa asuransi tersebut akan selesai pada tahun ini. Sedangkan untuk bank asuransi, Darmadi mengaku belum ada.
"Untuk payment kita rencanakan terus. Jumlah ada 10 asuransi jiwa swasta kebanyakan. Ada yang sudah carry over dan tahun ini," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :