Sering mogok, penumpang tolak Tarif KRL Naik

Rabu, 26 September 2012 - 20:09 WIB
Sering mogok, penumpang...
Sering mogok, penumpang tolak Tarif KRL Naik
A A A
Sindonews.com - Penolakan warga komuter terhadap rencana kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) terus terjadi. Para penumpang menilai selama ini kualitas pelayanan yang diberikan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) jauh dari memuaskan.

Warga Depok Lama, Dinda (18), menuturkan, PT KCJ harus lebih memperhatikan masalah teknis sehingga tidak ada keterlambatan jadwal.
“Sering ada kereta mogok. Harusnya diganti pakai kereta lain jadi penumpang nggak numpuk,” paparnya di Stasiun Depok Lama, Rabu (26/09/12).

Keluhan lain diungkapkan Rilla Dona, warga Bojong Gede yang mengaku sangat kesal dengan keterlambatan jadual kereta. Tak jarang dirinya terlambat sampai di kantor karena tetap mengandalkan jasa KRL.

“Cuma kereta yang paling cepet. Tapi kalau lagi ngaret bikin emosi. Ditambah lagi, penumpang makin berjubel saat kereta datang,” ujarnya.

Menurut dia, rangkaian kereta sering ditahan ketika memasuki Stasiun Manggarai. “Alasannya sinyal rusak. Tapi kok sering,” ujarnya.

Ditegaskan, jika memang ada kerusakan sinyal harus cepat diperbaiki sehingga tak mengganggu perjalanan dan tidak berdampak pada aktifitas penumpang. “Kalau sering terlambat juga lama-lama bos di kantor nanya. Padahal saya sudah berangkat dari pagi,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Depok, Dwi Purwanto memaklumi keluhan masyarakat. Namun, kata dia, tentu PT KCJ telah mengkaji rencana kenaikan tarif. Kendati demikian, tetap banyak masyrakat yang menggunakan jasa kereta. Setidaknya, ada 13.000 penumpang dari Stasiun Depok.

“Kelas ekonomi 6.000 penumpang dan Commuter Line ada 7.000 penumpang. Kenaikan tarif dilakukan untuk meningkatkan fasilitas dan menambah rangkaian. Memang, kemauan penumpang kan kalau tarif naik harus ada kereta yang bagus, yang nyaman dan tidak padat,” kata Dwi.

Dia berharap adanya peran dari pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Misalnya, pemberian subsidi harga tiket. “Mungkin Pak Wali Kota Depok berkenan memberikan subsidi. Ini kan dalam rangka membantu masyarakat Depok juga,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aturan Baru, Kapasitas...
Aturan Baru, Kapasitas Penumpang KRL Commuter Jabodetabek Kini 80 Persen
Pengguna KRL Selama...
Pengguna KRL Selama Semester I/2022 Mencapai 89,9 Juta Penumpang
Tiket KRL Jabodetabek...
Tiket KRL Jabodetabek Berbasis NIK Mulai Diberlakukan pada 2025
Ada SO-6 di Stasiun...
Ada SO-6 di Stasiun Manggarai, Berikut Penyesuaian Jadwal KRL
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved