KCJ harus berani buat MoU dengan penumpang
Kamis, 27 September 2012 - 12:21 WIB
KCJ harus berani buat MoU dengan penumpang
A
A
A
Sindonews.com - Moderator milis KRL Mania, Nur Cahyo mengatakan, PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) harus berani membuat nota kesepahaman. Selain itu, PT KCJ juga harus memberikan kompensasi yang jelas dan dirasakan langsung oleh pengguna KRL.
"Kalau tidak bisa memenuhi kompensasinya tidak pantas tarif dinaikkan," tegasnya di Depok, Kamis (27/9/2012).
Kemarin, KRL Mania membuka posko pengaduan di Stasiun Sudirman. Dengan membagikan selebaran berisi informasi tentang kenaikan tarif. Selain itu, dilakukan pula pengumpulan tanda tangan dalam petisi yang isinya menolak kenaikan tiket. Hingga Rabu sore, sudah 2.000 tanda tangan yang berhasil dikumpulkan.
PT KCJ mengklaim, dengan adanya kenaikan tarif kompensasi yang diberikan berupa adanya petugas keamanan dan kebersihan di tiap stasiun. "Itu bukan kompensasi tetapi memang sudah kewajiban. Yang harus dikaji ulang adalah pemberlakukan tarif flat dengan tidak melihat jarak. Ini tidak adil," ucapnya.
Menurut dia, yang harus diperhatikan adalah mengenai rencana PT KCJ memberlakukan e-ticketing. Pasalnya, sejak tahun 2009 direncakan hingga kini belum direalisasikan. "Kalau ini diberlakukan akan adil bagi pengguna," tutupnya.
Sebelumnya PT KCJ menyebut protes terkait kenaikan tarif kereta pekan depan harus jelas. Pasalnya, manfaat yang diberikan masih minim.
Direktur Operasi PT KCJ Apriyono mengatakan jika dikatakan banyak yang tidak setuju ataupun dengan keluhan lain, angkanya dapat tersajikan.
"Kata banyak dan sedikit harus kita jelas siapa saja. kita dari empat tahun lalu. Satu orang yang protes tetap kita akan perhatikan. Tahun 2009 kita tanya, apa yang dikeluhkan, kita coba untuk menyelesaikan," ucapnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Kalau tidak bisa memenuhi kompensasinya tidak pantas tarif dinaikkan," tegasnya di Depok, Kamis (27/9/2012).
Kemarin, KRL Mania membuka posko pengaduan di Stasiun Sudirman. Dengan membagikan selebaran berisi informasi tentang kenaikan tarif. Selain itu, dilakukan pula pengumpulan tanda tangan dalam petisi yang isinya menolak kenaikan tiket. Hingga Rabu sore, sudah 2.000 tanda tangan yang berhasil dikumpulkan.
PT KCJ mengklaim, dengan adanya kenaikan tarif kompensasi yang diberikan berupa adanya petugas keamanan dan kebersihan di tiap stasiun. "Itu bukan kompensasi tetapi memang sudah kewajiban. Yang harus dikaji ulang adalah pemberlakukan tarif flat dengan tidak melihat jarak. Ini tidak adil," ucapnya.
Menurut dia, yang harus diperhatikan adalah mengenai rencana PT KCJ memberlakukan e-ticketing. Pasalnya, sejak tahun 2009 direncakan hingga kini belum direalisasikan. "Kalau ini diberlakukan akan adil bagi pengguna," tutupnya.
Sebelumnya PT KCJ menyebut protes terkait kenaikan tarif kereta pekan depan harus jelas. Pasalnya, manfaat yang diberikan masih minim.
Direktur Operasi PT KCJ Apriyono mengatakan jika dikatakan banyak yang tidak setuju ataupun dengan keluhan lain, angkanya dapat tersajikan.
"Kata banyak dan sedikit harus kita jelas siapa saja. kita dari empat tahun lalu. Satu orang yang protes tetap kita akan perhatikan. Tahun 2009 kita tanya, apa yang dikeluhkan, kita coba untuk menyelesaikan," ucapnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
(akr)
Lihat Juga :