Menkeu ragu menaikkan harga BBM subsidi

Kamis, 27 September 2012 - 16:14 WIB
Menkeu ragu menaikkan...
Menkeu ragu menaikkan harga BBM subsidi
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowadojo menyatakan, tidak perlu terburu-buru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, harga minyak dunia dinilai belum terlalu tinggi.

Hal ini belajar dari tahun ini, dimana pembahasan yang alot untuk menyesuaikan harga, justru berdampak buruk pada naiknya angka inflasi. Sementara kenaikan harga pun urung terealisasi.

"Kita mungkin tidak perlu buru-buru melakukan penyesuaian karena kita tidak ingin kalau ada inflasi membuat rakyat tambah miskin," kata Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Tingkat inflasi, Agus mengatakan, sangat penting untuk dijaga seaman mungkin. Pasalnya, pada 2004 hingga 2009, tingkat inflasi pada saat itu mencapai 6-9 persen. Sementara tingkat inflasi saat ini, yang berada di angka 4 persen-an, dinilai sudah cukup baik.

"Jadi, kita harus hati-hati sekali sama inflasi karena inflasi itu jahat. Inflasi itu memakan penghasilannya rakyat apalagi rakyat yang berpenghasilan tetap. Kita harus jaga, bukan hanya subsidi tapi kita jaga kemiskinan," jelasnya.

Sementara itu, dengan disetujuinya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di 2013 mendatang, menurut Agus merupakan sebuah langkah bagus. Artinya ada sebagian alokasi yang bisa disimpan dan dialihkan untuk sektor lain.

Di samping itu, dia menilai, pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 cukup kondusif. "Yang kita lihat sekarang ini, pembahasan RAPBN 2013 sangat seimbang, bahkan ketika kita ingin menyesuaikan harga listrik kita dapat dukungan dan itu merupakan satu sinyal yang positif," tandas Agus.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved