Triwulan II, pendapatan industri asuransi jiwa Rp60,55 T
Jum'at, 28 September 2012 - 11:06 WIB
Triwulan II, pendapatan industri asuransi jiwa Rp60,55 T
A
A
A
Sindonews.com - Industri asuransi jiwa mencatat hasil positif pada triwulan II/2012 dengan mencatat pendapatan Rp60,5 triliun. Angka ini tumbuh 18,5 persen secara year on year (yoy), dimana sebelumnya tercatat Rp51 triliun.
"Total pendapatan industri ini utamanya masih disumbangkan dari pendapatan premi asuransi jiwa," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pada konferensi pers di The Plaza, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Total pendapatan premi mencapai Rp49,7 triliun atau tumbuh 16,7 persen dan telah mencapai 52,6 persen dibandingkan dengan triwulan IV/2011. Sedangkan premi produksi baru (new business premium) mencapai Rp34,9 triliun. "Ini masin meningkat 16,7 persen dan telah mencapai 51,6 persen dibandingkan dengan triwulan IV/2011," ucapnya.
Sementara itu, premi lanjutan menyumbang Rp15,9 triliun sepanjang triwulan II atau tumbuh 25,4 persen dari posisi yoy yang hanya sebesar Rp12,6 triliun.
Premi tradisional menyumbang premi baru sebesar Rp18,7 triliun. Meningkat 48,6 persen dari triwulan II/2011 yang sebesar Rp12,6 triliun. Disamping itu premi unit link di new bussines mencatat penurunan hingga 6,5 persen, yaitu dari posisi Rp17,3 triliun di triwulan II/2011 menjadi 16,2 triliun di triwulan II/2012.
"Meningkatnya premi bisnis baru dari produk tradisional ini menunjukan keberagaman kebutuhan masyarakat karena juga semakin tinggi kesadaran berasuransi," pungkasnya.
"Total pendapatan industri ini utamanya masih disumbangkan dari pendapatan premi asuransi jiwa," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pada konferensi pers di The Plaza, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Total pendapatan premi mencapai Rp49,7 triliun atau tumbuh 16,7 persen dan telah mencapai 52,6 persen dibandingkan dengan triwulan IV/2011. Sedangkan premi produksi baru (new business premium) mencapai Rp34,9 triliun. "Ini masin meningkat 16,7 persen dan telah mencapai 51,6 persen dibandingkan dengan triwulan IV/2011," ucapnya.
Sementara itu, premi lanjutan menyumbang Rp15,9 triliun sepanjang triwulan II atau tumbuh 25,4 persen dari posisi yoy yang hanya sebesar Rp12,6 triliun.
Premi tradisional menyumbang premi baru sebesar Rp18,7 triliun. Meningkat 48,6 persen dari triwulan II/2011 yang sebesar Rp12,6 triliun. Disamping itu premi unit link di new bussines mencatat penurunan hingga 6,5 persen, yaitu dari posisi Rp17,3 triliun di triwulan II/2011 menjadi 16,2 triliun di triwulan II/2012.
"Meningkatnya premi bisnis baru dari produk tradisional ini menunjukan keberagaman kebutuhan masyarakat karena juga semakin tinggi kesadaran berasuransi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :