Investasi saham industri asuransi turun 32%
Jum'at, 28 September 2012 - 13:45 WIB
Investasi saham industri asuransi turun 32%
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat penurunan dana investasi dari instrumen saham sebesar 32 persen di triwulan II/2012. Angka investasi turun menjadi Rp52,8 miliar dari Rp78,11 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Kalau saham kan memang turun, walaupun kemarin itu sempat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di 4.200 tapi tidak lama turun lagi dan sekarang naik tapi tidak akan tinggi," ujar Direktur Eksekutif AAJI, Benny Waworuntu kepada wartawan di The Plaza, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Menurutnya, ini disebabkan oleh fluktuasi yang tidak wajar. Ketika krisis global yang menghadang dan menghancurkan perekonomian negara-negara, namun Indonesia masih dalam kondisi aman. Kondisi ini, lanjutnya, cukup membuat penurunan tidak terlalu jauh. "Itu fluktuasi yang nggak wajar menurut saya," tegasnya.
Sementara itu, Benny menyatakan para investor pada triwulan II tertarik untuk menempatkan ke obligasi, Surat Utang Negara (SUN), dan reksadana. Krisis global juga berpengaruh pada hasil investasi, menurutnya di triwulan II tidak sebesar triwulan I.
"Hasil investasi di triwulan II/2012 tumbuh tipis 2,4 persen yaitu Rp6,9 triliun dibanding triwulan II/2011 yang sebesar Rp6,7 triliun," tambahnya.
Dari sisi aset, Benny menyebutkan pada triwulan II/2012 mengalami peningkatan 38,6 persen dengan Rp283 triliun dibanding periode yang sama di tahun 2011 Rp204,3 triliun.
"Kalau saham kan memang turun, walaupun kemarin itu sempat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di 4.200 tapi tidak lama turun lagi dan sekarang naik tapi tidak akan tinggi," ujar Direktur Eksekutif AAJI, Benny Waworuntu kepada wartawan di The Plaza, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Menurutnya, ini disebabkan oleh fluktuasi yang tidak wajar. Ketika krisis global yang menghadang dan menghancurkan perekonomian negara-negara, namun Indonesia masih dalam kondisi aman. Kondisi ini, lanjutnya, cukup membuat penurunan tidak terlalu jauh. "Itu fluktuasi yang nggak wajar menurut saya," tegasnya.
Sementara itu, Benny menyatakan para investor pada triwulan II tertarik untuk menempatkan ke obligasi, Surat Utang Negara (SUN), dan reksadana. Krisis global juga berpengaruh pada hasil investasi, menurutnya di triwulan II tidak sebesar triwulan I.
"Hasil investasi di triwulan II/2012 tumbuh tipis 2,4 persen yaitu Rp6,9 triliun dibanding triwulan II/2011 yang sebesar Rp6,7 triliun," tambahnya.
Dari sisi aset, Benny menyebutkan pada triwulan II/2012 mengalami peningkatan 38,6 persen dengan Rp283 triliun dibanding periode yang sama di tahun 2011 Rp204,3 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :