Inflasi September terendah dalam 5 tahun
Senin, 01 Oktober 2012 - 11:42 WIB
Inflasi September terendah dalam 5 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan September 2012 sebesar 0,01 persen. Angka tersebut merupakan inflasi terendah dalam lima tahun terakhir ini.
"Inflasi September kalau kita lihat 5 tahun terakhir ini yang terkecil, ini berarti harga September terkendali," kata Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Sementara, inflasi tahun kalender (September 2012 dibandingkan Desember 2011) sebesar 3,49 persen. Sedangkan, secara year on year (yoy) sebesar 4,31 persen.
Berdasakan komponen, inflasi komponen inti tercatat 0,34 persen. Kemudian harga diatur pemerintah 0,28 persen dan bergejolak -1,17 persen.
"Yang bagus inflasi inti masih di bawah umum itu secara yoy sebesar 4,12 persen, kan umumnya 4,31 persen," ucapnya.
Dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Suryamin menyebutkan, 21 kota tercatat mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,74 persen dan Padang 0,54 persen. Sementara inflasi yang terendah di Dumai 0,01 persen.
Dia menambahkan, sebanyak 45 kota tercatat mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Singkawang -2,18 persen dan Palu -2,00 persen. "Setelah Lebaran kembali ke harga normal," tegas Suryamin.
Pada kelompok pengeluaran dia menyebutkan bahwa andil mayoritas dikontribusi dari bahan makanan yang mampu mencatat deflasi -0,23 persen. Selain itu, transportasi dan komunikasi serta jasa tercatat -0,13 persen.
"Inflasi September kalau kita lihat 5 tahun terakhir ini yang terkecil, ini berarti harga September terkendali," kata Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Sementara, inflasi tahun kalender (September 2012 dibandingkan Desember 2011) sebesar 3,49 persen. Sedangkan, secara year on year (yoy) sebesar 4,31 persen.
Berdasakan komponen, inflasi komponen inti tercatat 0,34 persen. Kemudian harga diatur pemerintah 0,28 persen dan bergejolak -1,17 persen.
"Yang bagus inflasi inti masih di bawah umum itu secara yoy sebesar 4,12 persen, kan umumnya 4,31 persen," ucapnya.
Dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Suryamin menyebutkan, 21 kota tercatat mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,74 persen dan Padang 0,54 persen. Sementara inflasi yang terendah di Dumai 0,01 persen.
Dia menambahkan, sebanyak 45 kota tercatat mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Singkawang -2,18 persen dan Palu -2,00 persen. "Setelah Lebaran kembali ke harga normal," tegas Suryamin.
Pada kelompok pengeluaran dia menyebutkan bahwa andil mayoritas dikontribusi dari bahan makanan yang mampu mencatat deflasi -0,23 persen. Selain itu, transportasi dan komunikasi serta jasa tercatat -0,13 persen.
(rna)
Lihat Juga :