Pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek 6% per hari

Senin, 01 Oktober 2012 - 16:29 WIB
Pertumbuhan penumpang...
Pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek 6% per hari
A A A
Sindonews.com - Corporate Secretary PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ), Makmur Syaheran mengatakan, sejak September 2012 lonjakan penumpang KRL mencapai 400.000 per hari.

Padahal, pada Januari hanya 300.000 penumpang per hari untuk seluruh relasi. Data yang dimiliki, pertumbuhan penumpang hanya enam persen per tahun. Namun, sekarang mencapai 20 persen.

“Kita tambah rute perjalanan dan gerbong tapi lonjakan penumpang tetap ada. Terutama pada jam utama. Pasti penumpang mengejar rute perjalanan di jam utama, ini yang sering dibilang desak-desakan,” kata Makmur di Depok, Senin (1/10/2012).

Dikatakan dia, kebijakan menaikkan tarif kereta dilakukan untuk peningkatan pelayanan. Kompensasi yang diberikan seperti adanya announcer di kereta dan petugas kebersihan di stasiun.

“Kami sudah melakukan perubahan dan peningkatan pelayanan sejak empat tahun lalu, jauh sebelum kenaikan tarif. PT KCJ adalah operator KRL non subsidi sehingga untuk biaya operrasional harus ditanggung sendiri,” dalih Makmur.

Makmur menambahkan, desak-desakan penumpang KRL adalah masalah klasik. Bukan saja di Indonesia yang baru punya satu rel, tetapi Jepang saja yang sudah memiliki 12 jalur rel masih berdesakan. “Memang desak-desakannya pada jam kerja antara 6.00-8.00 WIB,” paparnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berkomitmen memperbaiki pelayanan. Misalnya, perpanjangan peron di Stasiun Bojong Gede, Cilebut, dan Citayem. Selain itu, penambahan jumlah gerbong juga sedang dilakukan. ”Biasanya delapan gerbon menjadi 10 gerbong,” ungkapnya.

Peningkatan lainnya, sambung Makmur, dengan adanya penambahan 300 unit yang semula hanya 386 unit saja. Dari segi perjalanan, dulu hanya ada 444 perjalanan, kini menjadi 531 perjalanan seluruh relasi.

Pihaknya mengaku selalu ada pengecekan rutin harian dan mingguan. Sehingga KRL yang diberangkatkan dipastikan KRL laik jalan. “Jika ada kerusakan di tengah perjalanan, KRL langsung dimasukkan dalam dipo. Dan diganti dengan KRL lain,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aturan Baru, Kapasitas...
Aturan Baru, Kapasitas Penumpang KRL Commuter Jabodetabek Kini 80 Persen
Pengguna KRL Selama...
Pengguna KRL Selama Semester I/2022 Mencapai 89,9 Juta Penumpang
Tiket KRL Jabodetabek...
Tiket KRL Jabodetabek Berbasis NIK Mulai Diberlakukan pada 2025
Ada SO-6 di Stasiun...
Ada SO-6 di Stasiun Manggarai, Berikut Penyesuaian Jadwal KRL
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved