Surplus NPI Agustus tekan current account
Senin, 01 Oktober 2012 - 19:41 WIB
Surplus NPI Agustus tekan current account
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebutkan surplus pada Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Agustus 2012 dapat berdampak positif pada transaksi berjalan. Meski diketahui transaksi berjalan hingga saat ini masih terhitung defisit.
"Kalau tadi mendengar trade ballance (NPI) lihat bahwa itu yang surplus ya, dan itu membuat komulasi daripada kita di Januari sampai Agustus 2012. Masih positif, tentu kita berharap nanti NPI kita bisa lebih rendah dari tiga persen," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Akan tetapi, Agus belum dapat memprediksi neraca perdagangan di kuartal III. Ada beberapa faktor, seperti terkait kondisi perekonomian global yang belum lepas dari masa krisis.
"Belum bisa disampaikan, tapi kalau tadi lihat pada saat kita membahas, kita bahwa kondisi perekonomian kita dalam keadaan baik, yang kita perlu waspadai adalah kondisi perekonomian global," paparnya.
Agus menjelaskan, surplus terjadi karena penurunan impor yang lebih besar dari ekspor. Secara fiskal, menurutnya defisit masih terjadi di kisaran 3,21 persen.
"kita harapkan bahwa kedepan current account defisitnya akan tejaga. Tentu upaya untuk bsa meningkatkan, FDI adalah ssuatu yang ampuh, untuk bsa mengimbangi, defisit current account ballance," pungkasnya.
"Kalau tadi mendengar trade ballance (NPI) lihat bahwa itu yang surplus ya, dan itu membuat komulasi daripada kita di Januari sampai Agustus 2012. Masih positif, tentu kita berharap nanti NPI kita bisa lebih rendah dari tiga persen," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Akan tetapi, Agus belum dapat memprediksi neraca perdagangan di kuartal III. Ada beberapa faktor, seperti terkait kondisi perekonomian global yang belum lepas dari masa krisis.
"Belum bisa disampaikan, tapi kalau tadi lihat pada saat kita membahas, kita bahwa kondisi perekonomian kita dalam keadaan baik, yang kita perlu waspadai adalah kondisi perekonomian global," paparnya.
Agus menjelaskan, surplus terjadi karena penurunan impor yang lebih besar dari ekspor. Secara fiskal, menurutnya defisit masih terjadi di kisaran 3,21 persen.
"kita harapkan bahwa kedepan current account defisitnya akan tejaga. Tentu upaya untuk bsa meningkatkan, FDI adalah ssuatu yang ampuh, untuk bsa mengimbangi, defisit current account ballance," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :