Pertamina: Pengaliran minyak di lokasi kebakaran sudah normal
Kamis, 04 Oktober 2012 - 11:21 WIB
Pertamina: Pengaliran minyak di lokasi kebakaran sudah normal
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina selaku pemilik pipa bersama dengan PT Elnusa selaku pelaksana operasional penyaluran minyak, mengupayakan percepatan penanggulangan di sekitar lokasi kebakaran di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Pengaliran minyak berjalan normal sejak Rabu, 3 Oktober 2012 pukul 19.00 WIB. Hingga pagi ini, Kamis (4/10/2012) Pertamina telah berhasil mengalirkan minyak sebanyak 6.000 barel.
Sebelumnya diinformasikan bahwa telah terjadi kebakaran di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Lokasi kebakaran berada di dekat pipa minyak Tempino–Plaju milik Pertamina. Kebakaran tersebut diduga kuat akibat ulah tidak bertanggungjawab dari pelaku pencurian minyak.
"Tim Pertamina dan Elnusa menemukan barang bukti yang digunakan pelaku pencurian yakni clamp 8 inchi, valve ukuran 1½ inchi yang terpasang pada pipa minyak Tempino–Plaju milik Pertamina. Para pelaku disinyalir menyalurkan minyak yang dijarah dari pipa Pertamina menggunakan pipa PVC ke kolam-kolam penampungan yang berada sekitar 30 meter dari jalur pipa Pertamina," terang rilis Pertamina yang diterima Sindonews, Kamis (4/10/2012).
Dalam rilis tersebut juga diterangkan, Kapolres Musi Banyuasin menemukan clamp untuk hot tap dan pihak kepolisian masih melakukan investigas pemicu kebakaran yang diduga dari rokok atau korek api.
Tim gabungan melaksanakan upaya penanggulangan secara intensif. Proses pemadaman dilaksanakan oleh tim Pertamina dan Elnusa yang dibantu dengan tim pemadam kebakaran dari Dinas Kehutanan, ConocoPhilips, dan JOB Talisman. Selain itu, proses penanggulangan juga mendapatkan dukungan dari aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya diinformasikan bahwa telah terjadi kebakaran di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Lokasi kebakaran berada di dekat pipa minyak Tempino–Plaju milik Pertamina. Kebakaran tersebut diduga kuat akibat ulah tidak bertanggungjawab dari pelaku pencurian minyak.
"Tim Pertamina dan Elnusa menemukan barang bukti yang digunakan pelaku pencurian yakni clamp 8 inchi, valve ukuran 1½ inchi yang terpasang pada pipa minyak Tempino–Plaju milik Pertamina. Para pelaku disinyalir menyalurkan minyak yang dijarah dari pipa Pertamina menggunakan pipa PVC ke kolam-kolam penampungan yang berada sekitar 30 meter dari jalur pipa Pertamina," terang rilis Pertamina yang diterima Sindonews, Kamis (4/10/2012).
Dalam rilis tersebut juga diterangkan, Kapolres Musi Banyuasin menemukan clamp untuk hot tap dan pihak kepolisian masih melakukan investigas pemicu kebakaran yang diduga dari rokok atau korek api.
Tim gabungan melaksanakan upaya penanggulangan secara intensif. Proses pemadaman dilaksanakan oleh tim Pertamina dan Elnusa yang dibantu dengan tim pemadam kebakaran dari Dinas Kehutanan, ConocoPhilips, dan JOB Talisman. Selain itu, proses penanggulangan juga mendapatkan dukungan dari aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat.
(gpr)
Lihat Juga :