Harga komoditas diproyeksi stagnan
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 14:16 WIB
Harga komoditas diproyeksi stagnan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar memprediksi harga komoditas tidak akan jauh berbeda pada tahun depan. Artinya, dibandingkan saat ini tidak akan ada pergeseran harga ke arah yang positif.
"Secara keseluruhan dan harga komoditas tidak akan jauh berbeda di tahun depan dengan tahun ini," ujar Mahendra di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Namun, menurutnya ada sebuah peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Inipun melalui proses penambahan nilai dari hilirisasi.
"Ini untuk mendorong semakin kuatnya integrasi di Indonesia dari hulu sampai ke processing mudah-mudahan bisa kita dorong ke hilir," jelasnya.
Dalam proses itu, lanjutnya, juga akan berdampak pada tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan, teknologi, investasi dan modal.
"Jadi mungkin saya melihatnya semacam blessing indisguise, jadi komoditi yang lemah harganya memberi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan nilai tambah," paparnya.
Maka dari itu dibutuhkan kebijakan untuk mengatur ekspor bahan mentah. Meski diketahui menjual bahan mentah itu lebih mudah dibandingkan melewati proses hilirisasi. "Tapi kalau hitung-hitungannya lebih mudah jual mentah, kenapa musti repot kan," pungkasnya.
"Secara keseluruhan dan harga komoditas tidak akan jauh berbeda di tahun depan dengan tahun ini," ujar Mahendra di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Namun, menurutnya ada sebuah peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Inipun melalui proses penambahan nilai dari hilirisasi.
"Ini untuk mendorong semakin kuatnya integrasi di Indonesia dari hulu sampai ke processing mudah-mudahan bisa kita dorong ke hilir," jelasnya.
Dalam proses itu, lanjutnya, juga akan berdampak pada tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan, teknologi, investasi dan modal.
"Jadi mungkin saya melihatnya semacam blessing indisguise, jadi komoditi yang lemah harganya memberi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan nilai tambah," paparnya.
Maka dari itu dibutuhkan kebijakan untuk mengatur ekspor bahan mentah. Meski diketahui menjual bahan mentah itu lebih mudah dibandingkan melewati proses hilirisasi. "Tapi kalau hitung-hitungannya lebih mudah jual mentah, kenapa musti repot kan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :