Tenaga kerja konstruksi berkompetensi baru 30 persen
Selasa, 09 Oktober 2012 - 15:29 WIB
Tenaga kerja konstruksi berkompetensi baru 30 persen
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan dari enam juta tenaga kerja konstruksi nasional, baru 30 persen yang dinyatakan memiliki kompetensi dari segi kualitas maupun kuantitas yang memiliki wawasan.
Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU Bambang Goeritno mengatakan, pemerintah akan bersinergi dengan beberapa instasi terkait di bidang konstruksi untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Tanah Air.
"Kita akan menggandeng swasta dan dunia usaha untuk memberikan pendidikan di bidang konstruksi, sehingga tenaga kerja nasional terampil bisa bertambah jumlahnya," kata Bambang usai menghadiri pembukaan Lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi Tingkat Nasional di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Dia mengakui, makin bertambahnya investasi sektor konstruksi di Indonesia, maka diperlukan keterampilan tenaga kerja konstruksi yang terlatih dan juga berkompeten.
Saat ini, kata dia, dibutuhkan tenaga kerja konstruksi dengan jumlah yang banyak di wilayah Indonesia bagian timur seperti Maluku, NTT, NTB hingga Sulawesi.
"Pasalnya anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastuktur di Indonesia timur sangat besar, tidak hanya berasal dari APBN, tapi juga pihak swasta banyak membutuhkan tenaga konstruksi terlatih," bebernya.
Pemerintah menargetkan, pada 2015 mendatang tenaga konstruksi yang kompeten bisa mencapai 60 persen. Dengan demikian, tenega kerja konstruksi yang terampil bisa bersaing dengan tenaga konstruksi dari negara lain.
"Kita akan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk memberikan pendidikan formil di bidang konstruksi, mereka juga akan diberikan sertifikasi kompetensi sebagai tanda telah lulus uji," imbuhnya.
Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU Bambang Goeritno mengatakan, pemerintah akan bersinergi dengan beberapa instasi terkait di bidang konstruksi untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Tanah Air.
"Kita akan menggandeng swasta dan dunia usaha untuk memberikan pendidikan di bidang konstruksi, sehingga tenaga kerja nasional terampil bisa bertambah jumlahnya," kata Bambang usai menghadiri pembukaan Lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi Tingkat Nasional di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Dia mengakui, makin bertambahnya investasi sektor konstruksi di Indonesia, maka diperlukan keterampilan tenaga kerja konstruksi yang terlatih dan juga berkompeten.
Saat ini, kata dia, dibutuhkan tenaga kerja konstruksi dengan jumlah yang banyak di wilayah Indonesia bagian timur seperti Maluku, NTT, NTB hingga Sulawesi.
"Pasalnya anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastuktur di Indonesia timur sangat besar, tidak hanya berasal dari APBN, tapi juga pihak swasta banyak membutuhkan tenaga konstruksi terlatih," bebernya.
Pemerintah menargetkan, pada 2015 mendatang tenaga konstruksi yang kompeten bisa mencapai 60 persen. Dengan demikian, tenega kerja konstruksi yang terampil bisa bersaing dengan tenaga konstruksi dari negara lain.
"Kita akan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk memberikan pendidikan formil di bidang konstruksi, mereka juga akan diberikan sertifikasi kompetensi sebagai tanda telah lulus uji," imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :