Akuisisi blok, Pertamina targetkan 32 ribu bph
Selasa, 09 Oktober 2012 - 18:38 WIB
Akuisisi blok, Pertamina targetkan 32 ribu bph
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) mengharapkan tambahan produksi sebanyak 32.000 barel per hari (bph) dari akuisisi blok minyak dan gas (migas) di dalam dan luar negeri pada 2012. Perusahaan migas pelat merah tersebut menargetkan akuisisi sekitar lima area migas hingga akhir tahun ini.
“Tambahan produksi itu dalam jangka pendek sangat signifikan untuk membantu pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Target yang diharapkan dapat terwujud pada akhir tahun,” kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Dia melanjutkan, Pertamina akan memprioritaskan akuisisi pada area yang telah berproduksi. Sehingga, bisa lebih cepat dimanfaatkan hasilnya.
"Dengan harga minyak mentah yang berada di level tinggi, saat ini kesempatan untuk melakukan akuisisi tersebut tidaklah banyak," jelasnya.
Karen mengaku sangat mengapresiasi para mitra Pertamina yang sudah melakukan kerja sama. "Dukungan pemerintah melalui pembicaraan secara G to G (antarpemerintah) juga sangat penting mengingat posisi Pertamina sebagai national oil company,” pungkasnya
“Tambahan produksi itu dalam jangka pendek sangat signifikan untuk membantu pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Target yang diharapkan dapat terwujud pada akhir tahun,” kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Dia melanjutkan, Pertamina akan memprioritaskan akuisisi pada area yang telah berproduksi. Sehingga, bisa lebih cepat dimanfaatkan hasilnya.
"Dengan harga minyak mentah yang berada di level tinggi, saat ini kesempatan untuk melakukan akuisisi tersebut tidaklah banyak," jelasnya.
Karen mengaku sangat mengapresiasi para mitra Pertamina yang sudah melakukan kerja sama. "Dukungan pemerintah melalui pembicaraan secara G to G (antarpemerintah) juga sangat penting mengingat posisi Pertamina sebagai national oil company,” pungkasnya
(rna)
Lihat Juga :