Ekonom : BI rate 5,75% ciptakan iklim kondusif
Rabu, 10 Oktober 2012 - 14:48 WIB
Ekonom : BI rate 5,75% ciptakan iklim kondusif
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Persero Destry Damayanti menyebutkan, BI rate 5,75 persen akan menciptakan iklim yang kondusif. Karena itu, dia berharap, angka tersebut bisa bertahan di bulan ini.
"Kita harus ciptakan iklim kondusif di dalam negeri ini. Suku bunga tidak usah kemana-mana di 5,75 persen," kata Destry di Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Alasan lainnya BI rate harus dipertahankan pada angka itu, menurut Destry, karena kondisi eksternal yang belum kondusif dan ketidakseimbangan neraca pembayaran yang mengalami defisit hingga 3,1 persen pada kuartal II 2012.
"Kalau dengan kondisi ekonomi dan inflasi yang ada. Kemudian menghadapi ketidaksimbangan sektor neraca perdagangan kita, kayaknya BI harus hati-hati sekali karena saat ini ekspor kita masih besar," paparnya
Sementara itu, lanjut Destry, pergerakan BI rate harus sesuai dengan nilai tukar rupiah, dimana saat ini kisaran fluktuasi rupiah berada pada level Rp9.600 per USD.
"Paling tidak dengan kondisi sekarang bahwa sulit menerapkan rupiah ke level sebelumnya di Rp9.400 dan saat ini permintaan riil impor itu tinggi sekali," pungkasnya.
Besok, Bank Indonesia (BI) akan kembali mengumumkan kebijakan BI rate triwulanan. Beberapa bulan terakhir, tercatat BI masih mempertahankan BI rate di angka 5,75 persen.
"Kita harus ciptakan iklim kondusif di dalam negeri ini. Suku bunga tidak usah kemana-mana di 5,75 persen," kata Destry di Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Alasan lainnya BI rate harus dipertahankan pada angka itu, menurut Destry, karena kondisi eksternal yang belum kondusif dan ketidakseimbangan neraca pembayaran yang mengalami defisit hingga 3,1 persen pada kuartal II 2012.
"Kalau dengan kondisi ekonomi dan inflasi yang ada. Kemudian menghadapi ketidaksimbangan sektor neraca perdagangan kita, kayaknya BI harus hati-hati sekali karena saat ini ekspor kita masih besar," paparnya
Sementara itu, lanjut Destry, pergerakan BI rate harus sesuai dengan nilai tukar rupiah, dimana saat ini kisaran fluktuasi rupiah berada pada level Rp9.600 per USD.
"Paling tidak dengan kondisi sekarang bahwa sulit menerapkan rupiah ke level sebelumnya di Rp9.400 dan saat ini permintaan riil impor itu tinggi sekali," pungkasnya.
Besok, Bank Indonesia (BI) akan kembali mengumumkan kebijakan BI rate triwulanan. Beberapa bulan terakhir, tercatat BI masih mempertahankan BI rate di angka 5,75 persen.
(rna)