Krisis pangan ancam kedaulatan RI

Kamis, 11 Oktober 2012 - 11:39 WIB
Krisis pangan ancam...
Krisis pangan ancam kedaulatan RI
A A A
Sindonews.com - Ketahanan pangan Indonesia hingga saat ini masih sangat rawan. Berbagai komoditas pangan masih tergantung pada impor.

Ketergantungan terhadap impor pangan ini juga berimplikasi negatif pada kedaulatan Indonesia. Untuk itulah Indonesia perlu mengusahakan kedaulatan pangan. Hal inilah yang disampaikan oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dalam diskusi panel "Cetak Biru dan Peta Jalan Menuju Kebangkitan Indonesia" di Gedung PBNU hari ini (11/10/2012).

"Kita menghendaki Indonesia dengan segala kelebihan sumber daya yang dimilikinya bisa kuat di dalam ketahanan pangan," tandas Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Kurangnya perhatian pemerintah terhadap berbagai sektor yang mendukung ketahanan pangan, terutama pertanian dan perikanan ditengarai menjadi penyebab ketergantungan Indonesia pada pangan impor.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Arif Satria mencontohkan, kurangnya perlindungan pemerintah pada nelayan-nelayan kecil dengan peralatan tangkapnya yang masih sangat terbatas. "Di Jepang, nelayan dilindungi mati-matian. Di Indonesia, (kapal pukat) trawl boleh dipakai dimana-mana sehingga kapal nelayan kecil jadi tidak dapat ikan, laut juga tereksploitasi," ujarnya.

Adapun di sektor pertanian, petani-petani masih sangat kekurangan lahan. Saat ini, rata-rata petani di Indonesia hanya memiliki lahan seluas 0,5 hektare (ha). Produktivitasnya pun masih rendah, hanya 5-6 ton per ha, padahal idealnya 8 ton. Kurangnya fasilitas irigasi, ketersediaan pupuk dan bibit unggul menyebabkan hal tersebut.

Jika ketergantungan pangan ini tidak segera diatasi, Indonesia akan selalu dirugikan oleh negara-negara eksportir pangan, posisi tawar di dunia internasional pun melemah. "Fluktuasi harga pangan cukup tajam, kita tidak bisa menggantungkan diri dari suplai negara lain, ini menyangkut kedaulatan kita," tegas peneliti InterCAFE Iman Sugema pada acara yang sama.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved