ISNU: Pemerintah kurang perhatikan pertanian

Kamis, 11 Oktober 2012 - 14:05 WIB
ISNU: Pemerintah kurang...
ISNU: Pemerintah kurang perhatikan pertanian
A A A
Sindonews.com - Anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kamaluddin menyatakan, pemerintah kurang memperhatikan permasalahan yang terjadi di sektor pertanian.

"Instansi pemerintah saling lempar tanggung jawab terhadap masalah ini," keluh Kamaluddin dalam diskusi panel "Cetak Biru dan Peta Jalan Menuju Kebangkitan Indonesia" di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Saat ini, ada 20 juta petani di Indonesia. Bila satu orang petani menanggung beban keluarga sejumlah 4 orang, berarti sektor pertanian menghidupi 80 juta penduduk Indonesia.

Meski demikian, permasalahan-permasalahan yang dihadapi sektor pertanian masih sering luput dari perhatian pemerintah. Akibat kurangnya perhatian pada sektor pertanian, Indonesia menjadi negara importir pangan padahal Indonesia adalah negara agraris.

Terkait ini, pemerintah seakan menutup mata terhadap bahaya ketergantungan pada pangan impor. Bila masalah ini tidak segera diperhatikan, Indonesia akan segera jatuh ke dalam bencana krisis pangan.

"Ketahanan pangan kita masih rawan, data Kementerian Pertanian menyebutkan produksi beras pada 2011 dan 2012 masih surplus, tapi kenyataannya masih banyak daerah dan masyarakat yang rawan pangan," terang Kamaluddin.

Untuk mengantisipasi bahaya krisis pangan ini, pemerintah harus melakukan berbagai tindakan penyelamatan sektor pertanian. Kamaluddin menyebut masalah ketersediaan air, fasilitas irigasi yang kurang memadai, ketersediaan dan keterjangkauan pupuk, degradasi lahan, fluktuasi harga gabah dan perubahan iklim sebagai beberapa masalah utama yang sering dihadapi sektor pertanian, khususnya petani.

Bukan hanya krisis pangan saja yang akan menimpa Indonesia jika sektor pertanian tidak segera diselamatkan, kemiskinan dan hilangnya kedaulatan pun akan dialami Indonesia. "Devisa bisa tersedot untuk impor pangan, lapangan kerja di sektor pertanian juga akan banyak hilang," simpul Kamaluddin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved