Pertamina jamin BBM bersubsidi tidak bocor
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 16:55 WIB
Pertamina jamin BBM bersubsidi tidak bocor
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina Persero mengumumkan bahwa pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah dilakukan dengan pengawasan internal secara berlapis hingga ke titik penyerahan.
Dengan kontrol ketat tersebut, perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut yakin penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dicegah.
"Proses pendistribusian BBM bersubsidi yang telah dilakukan secara ketat oleh Pertamina selama ini diharapkan dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tutur VP Corporate Pertamina Ali Mundakir di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (12/10/2012).
Untuk menghindari kebocoran BBM bersubsidi, Pertamina menggunakan pengawasan yang berbasis teknologi informasi, misalnya terminal-terminal BBM telah dilengkapi dengan sistem otomatis.
"Kita meminimalkan persentuhan antara karyawan Pertamina dengan customer agar tidak terjadi kebocoran," jelas Planning and Operations Manager Pertamina Abdul Cholid.
Selain itu, Pertamina juga menggunakan GPS Tracking System pada mobil tangki BBM, sehingga keberadaan mobil-mobil tangki BBM dapat terus diawasi.
Cholid menjamin BBM bersubsidi akan sampai pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan lembaga penyaluran lainnya dalam jumlah dan kualitas yang seharusnya. "Kita memastikan BBM sampai di SPBU sesuai kualitas dan kuantitasnya," tegasnya.
Namun Cholid menggarisbawahi bahwa Pertamina hanya bertanggung jawab terhadap pengawasan distribusi hingga sampainya BBM bersubsidi ke tangan konsumen. Jika ada pembeli BBM bersubsidi yang menjual kembali BBM bersubsidi, hal tersebut sudah bukan lagi tanggung jawab Pertamina, tetapi tanggung jawab Kepolisian.
"Kita hanya menjamin distribusi sampai konsumen. Kalau ada konsumen yang menjual lagi, itu sudah tugasnya aparat keamanan," tutup Cholid.
Dengan kontrol ketat tersebut, perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut yakin penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dicegah.
"Proses pendistribusian BBM bersubsidi yang telah dilakukan secara ketat oleh Pertamina selama ini diharapkan dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tutur VP Corporate Pertamina Ali Mundakir di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (12/10/2012).
Untuk menghindari kebocoran BBM bersubsidi, Pertamina menggunakan pengawasan yang berbasis teknologi informasi, misalnya terminal-terminal BBM telah dilengkapi dengan sistem otomatis.
"Kita meminimalkan persentuhan antara karyawan Pertamina dengan customer agar tidak terjadi kebocoran," jelas Planning and Operations Manager Pertamina Abdul Cholid.
Selain itu, Pertamina juga menggunakan GPS Tracking System pada mobil tangki BBM, sehingga keberadaan mobil-mobil tangki BBM dapat terus diawasi.
Cholid menjamin BBM bersubsidi akan sampai pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan lembaga penyaluran lainnya dalam jumlah dan kualitas yang seharusnya. "Kita memastikan BBM sampai di SPBU sesuai kualitas dan kuantitasnya," tegasnya.
Namun Cholid menggarisbawahi bahwa Pertamina hanya bertanggung jawab terhadap pengawasan distribusi hingga sampainya BBM bersubsidi ke tangan konsumen. Jika ada pembeli BBM bersubsidi yang menjual kembali BBM bersubsidi, hal tersebut sudah bukan lagi tanggung jawab Pertamina, tetapi tanggung jawab Kepolisian.
"Kita hanya menjamin distribusi sampai konsumen. Kalau ada konsumen yang menjual lagi, itu sudah tugasnya aparat keamanan," tutup Cholid.
(rna)
Lihat Juga :