Pertamina : 40% premium masih impor
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 18:11 WIB
Pertamina : 40% premium masih impor
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina Persero hingga saat ini belum mampu memenuhi sendiri seluruh kebutuhan bahan bakar premium di dalam negeri. Hal ini diakui oleh manajemen Pertamina dalam konferensi pers mengenai pola pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kantor Pusat Pertamina.
"Unit pengolahan kita tidak mencukupi produksinya, sehingga terpaksa kita harus impor," ujar Planning and Operations Manager Pertamina Abdul Cholid di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (12/10/2012).
Saat ini, Pertamina baru memiliki enam unit pengolahan yang memproduksi premium, yakni di Plumpang, Cikampek, Boyolali, Tuban, Surabaya dan Bau-bau. Keenam unit pengolahan tersebut baru mampu memproduksi sekitar 60 persen kebutuhan premium di dalam negeri yang mencapai 80 ribu kilo liter (kl) per hari.
Adapun, sisa 40 persen kebutuhan premium harus dipenuhi melalui impor. "Untuk premium, kita impor sekitar 40 persen," jelas Cholid.
PT Pertamina adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak bumi dan gas bumi di Indonesia. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kebutuhan energi bagi 220 juta rakyat Indonesia dilayani oleh Pertamina.
"Unit pengolahan kita tidak mencukupi produksinya, sehingga terpaksa kita harus impor," ujar Planning and Operations Manager Pertamina Abdul Cholid di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (12/10/2012).
Saat ini, Pertamina baru memiliki enam unit pengolahan yang memproduksi premium, yakni di Plumpang, Cikampek, Boyolali, Tuban, Surabaya dan Bau-bau. Keenam unit pengolahan tersebut baru mampu memproduksi sekitar 60 persen kebutuhan premium di dalam negeri yang mencapai 80 ribu kilo liter (kl) per hari.
Adapun, sisa 40 persen kebutuhan premium harus dipenuhi melalui impor. "Untuk premium, kita impor sekitar 40 persen," jelas Cholid.
PT Pertamina adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak bumi dan gas bumi di Indonesia. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kebutuhan energi bagi 220 juta rakyat Indonesia dilayani oleh Pertamina.
(rna)
Lihat Juga :