Hatta ajak anggota ACD berinvestasi infrastruktur di RI
Selasa, 16 Oktober 2012 - 16:25 WIB
Hatta ajak anggota ACD berinvestasi infrastruktur di RI
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. PDB Indonesia pada tahun 2011 bernilai USD846 miliar dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6,5 persen. Tak heran jika kemudian Moody’s and Fitch Ratings menempatkan status Indonesia sebagai negara yang sangat layak untuk investasi (investment grade).
Hanya saja, kendala terbesar Indonesia saat ini untuk lebih memacu pembangunan ekonominya adalah terkait masih lemahnya sarana infrastruktur. Padahal, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan guna mempermudah konektivitas antara satu pulau dengan pulau lainnya.
Persoalannya, untuk membangun infrastruktur bukanlah perkara mudah. Dalam lima tahun ke depan, setidaknya dibutuhkan biaya Rp1.500 triliun. Jika hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN, tentu akan sangat memberatkan.
“Itu sebabnya, saya sangat gencar mengundang investor. Dan dari perjalanan saya akhir-akhir ini, mulai dari Amerika Serikat, Azerbaijan, Jepang, dan Korea, semuanya berjalan positif. Banyak investasi yang secara real bisa kita raih," tutur Menko Perekonomian Hatta Rajasa di sela-sela KTT Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait, Selasa (16/10/2012).
Saat ini, lanjut Hatta, dari negara-negara anggota ACD, pihaknya juga akan mengundang untuk mau berinvestasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur.
“Itu sebanya, dalam pidato saya di ACD, saya juga mengundang negara-negara anggota untuk mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan potensi yang kita miliki, saya yakin mereka akan berminat,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pada 16–17 Oktober 2012, Hatta memimpin tim delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait.
Dalam KTT tersebut, hadir 32 negara anggota, antara lain Arab Saudi, Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, RRT, Indonesia, India, Iran, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Oman, Pakistan, Filipina, Qatar, Rusia, Singapura, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Vietnam.
Hanya saja, kendala terbesar Indonesia saat ini untuk lebih memacu pembangunan ekonominya adalah terkait masih lemahnya sarana infrastruktur. Padahal, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan guna mempermudah konektivitas antara satu pulau dengan pulau lainnya.
Persoalannya, untuk membangun infrastruktur bukanlah perkara mudah. Dalam lima tahun ke depan, setidaknya dibutuhkan biaya Rp1.500 triliun. Jika hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN, tentu akan sangat memberatkan.
“Itu sebabnya, saya sangat gencar mengundang investor. Dan dari perjalanan saya akhir-akhir ini, mulai dari Amerika Serikat, Azerbaijan, Jepang, dan Korea, semuanya berjalan positif. Banyak investasi yang secara real bisa kita raih," tutur Menko Perekonomian Hatta Rajasa di sela-sela KTT Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait, Selasa (16/10/2012).
Saat ini, lanjut Hatta, dari negara-negara anggota ACD, pihaknya juga akan mengundang untuk mau berinvestasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur.
“Itu sebanya, dalam pidato saya di ACD, saya juga mengundang negara-negara anggota untuk mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan potensi yang kita miliki, saya yakin mereka akan berminat,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pada 16–17 Oktober 2012, Hatta memimpin tim delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait.
Dalam KTT tersebut, hadir 32 negara anggota, antara lain Arab Saudi, Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, RRT, Indonesia, India, Iran, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Oman, Pakistan, Filipina, Qatar, Rusia, Singapura, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Vietnam.
(gpr)
Lihat Juga :