Kertas Leces siap produksi 100%
Selasa, 16 Oktober 2012 - 21:32 WIB
Kertas Leces siap produksi 100%
A
A
A
Sindonews.com - Setelah mati suri selama dua tahun, PT Kertas Leces (KL) Kabupaten Probolinggo siap beroperasi kembali. Dalam beberapa waktu kedepan, BUMN penghasil kertas ini akan berproduksi secara penuh.
Direktur Utama PT KL, Budi Kusmarwoto mengungkapkan, untuk mendukung pengoperasian 100 persen produksinya, PT KL akan menggenjot lima mesin yang dimiliki. Pengoperasian mesin ini juga akan didukung dengan dana segar sebesar Rp50 miliar.
"Kami siap berproduksi kembali secara penuh. Kami telah mendapatkan pinjaman dana untuk mendukung produksi 100 persen," kata Budi Kusmarwoto di Probolinggo, Selasa (16/10/2012).
Suntikan dana pinjaman ini akan dipergunakan secara keseluruhan untuk modal kerja agar hasil produksinya bisa maksimal. Hasil perhitungan dan analisa modal kerja tersebut, PT KL akan meraih pendapatan Rp1-2 triliun dalam setahun.
Untuk mewujudkan impian tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan survei hasil produk dan peluang pemasarannya. Beberapa produk inovatif dan ramah lingkungan telah dirancang untuk menyambut kebagkitan produksi PT KL.
"Produk baru kami cukup inovatif dan belum pernah diproduksi perusahaan lain. Diantaranya polybag berbahan baku kertas yang ramah lingkungan. Kami juga akan memproduksi kertas tang bahan bakunya berasal dari serat pisang Abaka," tandas Budi Kusmarwoto.
Direktur Keuangan PT KL, Zainal Arifin menambahkan, kerugian yang diderita selama ini antara lain disebabkan PT KL hanya mengoperasikan dua dari lima mesin yang dimiliki. Sementara hasil produksinya tidak mampu mengcover biaya operasional perusahaan.
"Dalam beberapa bulan terakhir, PT KL hanya beroperasi 20 persen dari kapasitas produksi. Padahal untuk mencapai Break Even Point (BEP), kapasitas produksi minimal harus beroperasi 60 persen," kata Zainal Arifin.
Direktur Utama PT KL, Budi Kusmarwoto mengungkapkan, untuk mendukung pengoperasian 100 persen produksinya, PT KL akan menggenjot lima mesin yang dimiliki. Pengoperasian mesin ini juga akan didukung dengan dana segar sebesar Rp50 miliar.
"Kami siap berproduksi kembali secara penuh. Kami telah mendapatkan pinjaman dana untuk mendukung produksi 100 persen," kata Budi Kusmarwoto di Probolinggo, Selasa (16/10/2012).
Suntikan dana pinjaman ini akan dipergunakan secara keseluruhan untuk modal kerja agar hasil produksinya bisa maksimal. Hasil perhitungan dan analisa modal kerja tersebut, PT KL akan meraih pendapatan Rp1-2 triliun dalam setahun.
Untuk mewujudkan impian tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan survei hasil produk dan peluang pemasarannya. Beberapa produk inovatif dan ramah lingkungan telah dirancang untuk menyambut kebagkitan produksi PT KL.
"Produk baru kami cukup inovatif dan belum pernah diproduksi perusahaan lain. Diantaranya polybag berbahan baku kertas yang ramah lingkungan. Kami juga akan memproduksi kertas tang bahan bakunya berasal dari serat pisang Abaka," tandas Budi Kusmarwoto.
Direktur Keuangan PT KL, Zainal Arifin menambahkan, kerugian yang diderita selama ini antara lain disebabkan PT KL hanya mengoperasikan dua dari lima mesin yang dimiliki. Sementara hasil produksinya tidak mampu mengcover biaya operasional perusahaan.
"Dalam beberapa bulan terakhir, PT KL hanya beroperasi 20 persen dari kapasitas produksi. Padahal untuk mencapai Break Even Point (BEP), kapasitas produksi minimal harus beroperasi 60 persen," kata Zainal Arifin.
(gpr)
Lihat Juga :