Hatta: Sektor properti roda perekonomian bangsa
Minggu, 21 Oktober 2012 - 19:24 WIB
Hatta: Sektor properti roda perekonomian bangsa
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan sektor properti merupakan roda perekonomian bangsa. Pasalnya menurut dia sektor ini dapat meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan dan berdampak pada pengurangan kemiskinan.
"Meskipun demikian saat ini masih terdapat backlog (kekurangan ketersediaan rumah), ini yang menjadi tantangan pengembang perumahan dan pemerintah," kata Hatta dalam sambutannya pada pembukaan BNI-REI Expo 2012 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu malam (20/10/2012).
Dia menjelaskan, perekonomian di Tanah Air relatif stabil mengingat krisis ekonomi yang terjadi di Eropa pada saat ini. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai potensi pangsa pasar investasi bagi negara lain.
"Pada 2008 banyak negara dan kalangan yang menilai Indonesia sebagai failed country (negara gagal) karena angka PDB yang sangat rendah yaitu mencapai USD95,4 miliar," ujarnya.
Namun 10 tahun kemudian, tambahanya, Indonesia berjuang, hingga kini Indonesia menjadi kategori investasi dunia ketujuh dengan APBN tembus Rp1.600 triliun, ekspor juga tembus USD200 miliar.
Hatta berharap, sektor rill semakin nyata dalam memberikan sumbangsihnya terhadap pertumbuh ekonomi Indonesia, yang terutama dari industri properti untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat kelas menengah serta kelas masyarakat bawah.
"Meskipun demikian saat ini masih terdapat backlog (kekurangan ketersediaan rumah), ini yang menjadi tantangan pengembang perumahan dan pemerintah," kata Hatta dalam sambutannya pada pembukaan BNI-REI Expo 2012 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu malam (20/10/2012).
Dia menjelaskan, perekonomian di Tanah Air relatif stabil mengingat krisis ekonomi yang terjadi di Eropa pada saat ini. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai potensi pangsa pasar investasi bagi negara lain.
"Pada 2008 banyak negara dan kalangan yang menilai Indonesia sebagai failed country (negara gagal) karena angka PDB yang sangat rendah yaitu mencapai USD95,4 miliar," ujarnya.
Namun 10 tahun kemudian, tambahanya, Indonesia berjuang, hingga kini Indonesia menjadi kategori investasi dunia ketujuh dengan APBN tembus Rp1.600 triliun, ekspor juga tembus USD200 miliar.
Hatta berharap, sektor rill semakin nyata dalam memberikan sumbangsihnya terhadap pertumbuh ekonomi Indonesia, yang terutama dari industri properti untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat kelas menengah serta kelas masyarakat bawah.
(gpr)
Lihat Juga :