Marinara Bahagia luncurkan kapal penyeberangan penumpang
Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:42 WIB
Marinara Bahagia luncurkan kapal penyeberangan penumpang
A
A
A
Sindonews.com - PT Mariana Bahagia, perusahaan galangan kapal di Palembang, meluncurkan kapal penyeberangan penumpang perintis pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan investasi sebesar Rp34 miliar.
Direktur Utama Mariana Bahagia Johnson W. Sutjipto mengatakan, peluncuran kapal tersebut dilaksanakan sejalan dengan proses finishing pembangunan kapal berbobot mati 750 gross tonnage tersebut.
Menurut dia, peluncuran kapal yang menggunakan teknologi air bag menjadi momentum paling krusial sebelum kapal diserahkan. "Kapal roro (roll on roll off) ini adalah produksi kebanggaan Mariana Bahagia," kata Johnson dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Kapal Roro yang diberi nama KMP TATIHU dengan pelabuhan pendaftaran Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki panjang 56,02 meter dan lebar 14.00 meter serta kedalaman 3,80 meter.
Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 12 knots karena didukung oleh 2 engine berkapasitas 2x1.100 horse power (HP) dan mampu mengangkut 196 penumpang, terdiri dari 40 kelas eksekutif, 60 kelas ekonomi dan 96 penumpang tidur kelas ekonomi. Sedangkan kapasitas kendaraan mencapai 25 unit yang terdiri dari 15 unit truk dan 10 unit sedan.
Dalam mendukung operasionalnya, kapal ini sudah dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang dipersyaratkan oleh regulator dan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
Pembangunan kapal ini menggunakan klas Biro Klasifikasi Indonesia. "Oleh karena itu, kami yakin dan percaya, KMP TATIHU telah memenuhi persyaratan teknis mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan standar internasional," tambahnya.
Saat ini, semakin banyak galangan kapal nasional yang dipercaya untuk membangun kapal-kapal baru. Investasi galangan kapal juga meningkat. Tahun ini nilainya diproyeksi mencapai Rp1 triliun atau tumbuh 25 persen dibandingkan tahun lalu.
Sebagai informasi, dalam beberapa pekan ke depan, di tempat yang sama akan diluncurkan kapal Tug Boat 3.200 Horse Power yang juga dipesan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
"Kapal ini bernilai kontrak Rp34,9 miliar. Kami juga sedang mengerjakan pembangunan kapal Anchor Handling Tug atau AHT untuk tujuan ekspor yang rencananya akan kami serahkan pada awal tahun depan," pungkasnya.
Direktur Utama Mariana Bahagia Johnson W. Sutjipto mengatakan, peluncuran kapal tersebut dilaksanakan sejalan dengan proses finishing pembangunan kapal berbobot mati 750 gross tonnage tersebut.
Menurut dia, peluncuran kapal yang menggunakan teknologi air bag menjadi momentum paling krusial sebelum kapal diserahkan. "Kapal roro (roll on roll off) ini adalah produksi kebanggaan Mariana Bahagia," kata Johnson dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Kapal Roro yang diberi nama KMP TATIHU dengan pelabuhan pendaftaran Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki panjang 56,02 meter dan lebar 14.00 meter serta kedalaman 3,80 meter.
Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 12 knots karena didukung oleh 2 engine berkapasitas 2x1.100 horse power (HP) dan mampu mengangkut 196 penumpang, terdiri dari 40 kelas eksekutif, 60 kelas ekonomi dan 96 penumpang tidur kelas ekonomi. Sedangkan kapasitas kendaraan mencapai 25 unit yang terdiri dari 15 unit truk dan 10 unit sedan.
Dalam mendukung operasionalnya, kapal ini sudah dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang dipersyaratkan oleh regulator dan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
Pembangunan kapal ini menggunakan klas Biro Klasifikasi Indonesia. "Oleh karena itu, kami yakin dan percaya, KMP TATIHU telah memenuhi persyaratan teknis mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan standar internasional," tambahnya.
Saat ini, semakin banyak galangan kapal nasional yang dipercaya untuk membangun kapal-kapal baru. Investasi galangan kapal juga meningkat. Tahun ini nilainya diproyeksi mencapai Rp1 triliun atau tumbuh 25 persen dibandingkan tahun lalu.
Sebagai informasi, dalam beberapa pekan ke depan, di tempat yang sama akan diluncurkan kapal Tug Boat 3.200 Horse Power yang juga dipesan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
"Kapal ini bernilai kontrak Rp34,9 miliar. Kami juga sedang mengerjakan pembangunan kapal Anchor Handling Tug atau AHT untuk tujuan ekspor yang rencananya akan kami serahkan pada awal tahun depan," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :