PU mulai bangun underpass Cibubur tahap II
Rabu, 24 Oktober 2012 - 14:58 WIB
PU mulai bangun underpass Cibubur tahap II
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan pembangunan underpass Cibubur tahap II, yaitu pengerjaan box underpass dengan jacking system segmen pertama ke dalam badan jalan tol Jagorawi.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, jacking system adalah kegiatan mendorong box tunnel ke dalam tanah dengan sistem hidraulik atau metode jacking untuk mendorong box tunnel masuk tegak lurus ke dalam tanah pada jalur yang telah direncanakan.
Pelaksanaan jacking tersebut juga disaksikan langsung oleh Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Winarno, Kepala Sub Direktorat Wilayah II A Thomas Setiabudi Aden, Kepala Bidang Pelaksanaan I BBPJN IV Yudo Muktiarto serta Direktur Utama PT Brantas Abipraya Bambang Marsono.
Proyek Pembangunan Underpass Cibubur direncanakan memiliki panjang 1.199 meter, yang terdiri dari 93 meter box underpass di bawah jalan Tol Jagorawi dan jalan akses masuk dan keluar sepanjang 1.106 meter.
Djoko menjelaskan, rencana pembangunan dilaksanakan tiga tahap yang dimulai pada 2011 hingga 2013 dengan sumber dana APBN. Paket pekerjaan pada tahun ini, sebagian besar untuk pembangunan box underpass dan sebagian jalan akses masuk dan akses keluar underpass.
Pada tahun anggaran 2012, pekerjaan yang cukup penting dilaksanakan adalah membangun box underpass dengan jacking system untuk 10 segmen. Pembangunan underpass Cibubur diharapkan di masa yang akan datang dapat mengurangi kemacetan di sekitar Cibubur terutama di Jalan Trans Yogi (Alternatif Cibubur).
Paket pekerjaan tahap II ini berada di wilayah Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan I Jakarta dengan Kepala Satuan Kerja Hario Kuncoro dan dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen jalan TB Simatupang-Mayjen Sutoyo-Trans Yogi, Edyson Rombe dengan nilai kontrak Rp.47,99 miliar. Sedangkan kontraktor pelaksana, PT Brantas Abipraya dan konsultan supervisi PT Epadascon Permata.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, jacking system adalah kegiatan mendorong box tunnel ke dalam tanah dengan sistem hidraulik atau metode jacking untuk mendorong box tunnel masuk tegak lurus ke dalam tanah pada jalur yang telah direncanakan.
Pelaksanaan jacking tersebut juga disaksikan langsung oleh Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Winarno, Kepala Sub Direktorat Wilayah II A Thomas Setiabudi Aden, Kepala Bidang Pelaksanaan I BBPJN IV Yudo Muktiarto serta Direktur Utama PT Brantas Abipraya Bambang Marsono.
Proyek Pembangunan Underpass Cibubur direncanakan memiliki panjang 1.199 meter, yang terdiri dari 93 meter box underpass di bawah jalan Tol Jagorawi dan jalan akses masuk dan keluar sepanjang 1.106 meter.
Djoko menjelaskan, rencana pembangunan dilaksanakan tiga tahap yang dimulai pada 2011 hingga 2013 dengan sumber dana APBN. Paket pekerjaan pada tahun ini, sebagian besar untuk pembangunan box underpass dan sebagian jalan akses masuk dan akses keluar underpass.
Pada tahun anggaran 2012, pekerjaan yang cukup penting dilaksanakan adalah membangun box underpass dengan jacking system untuk 10 segmen. Pembangunan underpass Cibubur diharapkan di masa yang akan datang dapat mengurangi kemacetan di sekitar Cibubur terutama di Jalan Trans Yogi (Alternatif Cibubur).
Paket pekerjaan tahap II ini berada di wilayah Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan I Jakarta dengan Kepala Satuan Kerja Hario Kuncoro dan dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen jalan TB Simatupang-Mayjen Sutoyo-Trans Yogi, Edyson Rombe dengan nilai kontrak Rp.47,99 miliar. Sedangkan kontraktor pelaksana, PT Brantas Abipraya dan konsultan supervisi PT Epadascon Permata.
(rna)
Lihat Juga :