Pacific Royale Airways sementara stop operasi
Senin, 29 Oktober 2012 - 16:10 WIB
Pacific Royale Airways sementara stop operasi
A
A
A
Sindonews.com - Maskapai penerbangan full service swasta pertama di Indonesia, Pacific Royale Airways hari ini mengumumkan kajian komprehensif terhadap rencana bisnis perusahaan dan operasinya di Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan seiring dengan keputusan perusahaan untuk menghentikan sementara operasinya dalam rangka mendukung upaya restrukturisasi yang tengah dijalankan.
“Saat ini kami sedang melakukan kajian komprehensif dan restrukturisasi terhadap model bisnis dan operasi maskapai kami secara keseluruhan," kata Tarun Trikha, Pendiri dan CEO Pacific Royale Airways dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Senin (29/10/2012).
“Keputusan untuk melakukan kajian ini merupakan inisiatif manajemen Pacific Royale Airways, yang mencakup penyelarasan kembali strategi jaringan penerbangan dan struktur organisasi,” sambungnya.
Demi kelancaran proses kajian dan efektivitas proses restrukturisasi perusahaan, Pacific Royale Airways memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh operasi penerbangannya sejak tanggal 6 September 2012. Keputusan tersebut diambil Tarun Trikha, CEO baru Pacific Royale Airways yang menjabat sejak awal Agustus 2012.
“Keputusan untuk menghentikan operasi penerbangan memang telah direncanakan sebelumnya secara sistematis dan sepenuhnya merupakan keputusan kami sendiri, dan tidak berhubungan dengan alasan regulasi apapun," ucap Trikha.
“Namun demikian, kami terus menjalin koordinasi yang baik dengan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan melaporkan perkembangan proses restrukturisasi yang sedang kami laksanakan," ungkapnya.
Saat ini Pacific Royale Airways memiliki tiga pesawat Fokker 50 tipe terbaru. Sejak mulai beroperasi pada bulan Juni 2012, dua pesawat Fokker 50 pertama telah melayani penerbangan komersial dari hub di Batam dan Surabaya.
Pesawat Fokker 50 ketiga yang tiba pada awal Agustus 2012, saat ini sedang menjalani proses modifikasi standar agar sesuai dengan konfigurasi penerbangan premium Pacific Royale dan memenuhi standarisasi yang diwajibkan oleh peraturan aviasi di Indonesia.
Proses restrukturisasi komprehensif yang dilakukan oleh Pacific Royale Airways kini telah memasuki tahap akhir. Dalam waktu dekat, Pacific Royale Aiwarys akan mengumumkan pengoperasian kembali penerbangannya di Indonesia.
Pacific Royale Airways didirikan pada bulan Februari 2011, dan merupakan maskapai penerbangan full-service swasta pertama yang mengoperasikan rute luas yang menghubungkan kota-kota besar dan kecil di Indonesia, dengan visi untuk memperluas jangkauan ke destinasi internasional dalam tahun kedua operasinya.
Setelah peluncuran penerbangan komersial perdananya dengan menggunakan Fokker 50 dari masing-masing hub di Batam dan Surabaya pada 11 Juni 2012 dan 15 juni 2012, Pacific Royale Airways mulai mendapatkan posisi di sektor penerbangan Indonesia dan menerbangkan penumpang lewat berbagai rute ke berbagai destinasi perintis.
Pengumuman ini disampaikan seiring dengan keputusan perusahaan untuk menghentikan sementara operasinya dalam rangka mendukung upaya restrukturisasi yang tengah dijalankan.
“Saat ini kami sedang melakukan kajian komprehensif dan restrukturisasi terhadap model bisnis dan operasi maskapai kami secara keseluruhan," kata Tarun Trikha, Pendiri dan CEO Pacific Royale Airways dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Senin (29/10/2012).
“Keputusan untuk melakukan kajian ini merupakan inisiatif manajemen Pacific Royale Airways, yang mencakup penyelarasan kembali strategi jaringan penerbangan dan struktur organisasi,” sambungnya.
Demi kelancaran proses kajian dan efektivitas proses restrukturisasi perusahaan, Pacific Royale Airways memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh operasi penerbangannya sejak tanggal 6 September 2012. Keputusan tersebut diambil Tarun Trikha, CEO baru Pacific Royale Airways yang menjabat sejak awal Agustus 2012.
“Keputusan untuk menghentikan operasi penerbangan memang telah direncanakan sebelumnya secara sistematis dan sepenuhnya merupakan keputusan kami sendiri, dan tidak berhubungan dengan alasan regulasi apapun," ucap Trikha.
“Namun demikian, kami terus menjalin koordinasi yang baik dengan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan melaporkan perkembangan proses restrukturisasi yang sedang kami laksanakan," ungkapnya.
Saat ini Pacific Royale Airways memiliki tiga pesawat Fokker 50 tipe terbaru. Sejak mulai beroperasi pada bulan Juni 2012, dua pesawat Fokker 50 pertama telah melayani penerbangan komersial dari hub di Batam dan Surabaya.
Pesawat Fokker 50 ketiga yang tiba pada awal Agustus 2012, saat ini sedang menjalani proses modifikasi standar agar sesuai dengan konfigurasi penerbangan premium Pacific Royale dan memenuhi standarisasi yang diwajibkan oleh peraturan aviasi di Indonesia.
Proses restrukturisasi komprehensif yang dilakukan oleh Pacific Royale Airways kini telah memasuki tahap akhir. Dalam waktu dekat, Pacific Royale Aiwarys akan mengumumkan pengoperasian kembali penerbangannya di Indonesia.
Pacific Royale Airways didirikan pada bulan Februari 2011, dan merupakan maskapai penerbangan full-service swasta pertama yang mengoperasikan rute luas yang menghubungkan kota-kota besar dan kecil di Indonesia, dengan visi untuk memperluas jangkauan ke destinasi internasional dalam tahun kedua operasinya.
Setelah peluncuran penerbangan komersial perdananya dengan menggunakan Fokker 50 dari masing-masing hub di Batam dan Surabaya pada 11 Juni 2012 dan 15 juni 2012, Pacific Royale Airways mulai mendapatkan posisi di sektor penerbangan Indonesia dan menerbangkan penumpang lewat berbagai rute ke berbagai destinasi perintis.
(gpr)
Lihat Juga :