Indofood bukukan penjualan Rp37,26 T
Rabu, 31 Oktober 2012 - 09:23 WIB
Indofood bukukan penjualan Rp37,26 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada kuartal III tahun ini berhasil membukukan penjualan bersih naik 10,3 persen menjadi Rp37,26 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp33,77 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, penjualan bersih tersebut dikontribusi dari produk konsumen bermerek (CBP) sebesar 43 persen, Bogasari 24 persen, Agribisnis 25 persen dan 8 persen dari distribusi.
"Grup CBP, yang terdiri dari divisi mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus mencatat pertumbuhan nilai penjualan sebesar 12,9 persen, terutama didorong pertumbuhan volume penjualan di hampir seluruh divisi di dalam grup," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Sementara itu, grup Bogasari mencatat kenaikan penjualan sebesar 4,6 persen ditopang naiknya volume penjualan tepung terigu, meski harga jual rata-rata mengalami penurunan seiring turunnya harga gandum di pasar internasional.
Meski harga komoditas menurun, grup agribisnis berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 12,5 persen didorong pertumbuhan volume divisi perkebunan, minyak goreng dan lemak nabati. Sedangkan, penjualan grup nabati tumbuh 13 persen.
Pada sembilan bulan tahun ini, perseroan mencatat kenaikan laba bruto sebesar 7,5 persen menjadi Rp10,3 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp9,58 triliun. Laba usaha perseroan meningkat 3,4 persen menjadi Rp5,36 triliun dari 5,19 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,55 triliun, naik 9,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,32 triliun. Sedangkan marjin laba bersih menurun dari 6,9 persen menjadi 6,8 persen akibat turunnya kinerja grup agribisnis.
"Lemahnya harga CPO (minyak sawit mentah) dan karet menekan kinerja grup agribisnis. Namun, Indofood berhasil mencatat pertumbuhan kinerja. Kami tetap positif terhadap prospek grup agribisnis ke depannya dan akan melanjutkan rencana ekspansi sambil terus berupaya untuk mempertahankan daya saing kami di pasar," papar Anthoni.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, penjualan bersih tersebut dikontribusi dari produk konsumen bermerek (CBP) sebesar 43 persen, Bogasari 24 persen, Agribisnis 25 persen dan 8 persen dari distribusi.
"Grup CBP, yang terdiri dari divisi mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus mencatat pertumbuhan nilai penjualan sebesar 12,9 persen, terutama didorong pertumbuhan volume penjualan di hampir seluruh divisi di dalam grup," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Sementara itu, grup Bogasari mencatat kenaikan penjualan sebesar 4,6 persen ditopang naiknya volume penjualan tepung terigu, meski harga jual rata-rata mengalami penurunan seiring turunnya harga gandum di pasar internasional.
Meski harga komoditas menurun, grup agribisnis berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 12,5 persen didorong pertumbuhan volume divisi perkebunan, minyak goreng dan lemak nabati. Sedangkan, penjualan grup nabati tumbuh 13 persen.
Pada sembilan bulan tahun ini, perseroan mencatat kenaikan laba bruto sebesar 7,5 persen menjadi Rp10,3 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp9,58 triliun. Laba usaha perseroan meningkat 3,4 persen menjadi Rp5,36 triliun dari 5,19 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,55 triliun, naik 9,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,32 triliun. Sedangkan marjin laba bersih menurun dari 6,9 persen menjadi 6,8 persen akibat turunnya kinerja grup agribisnis.
"Lemahnya harga CPO (minyak sawit mentah) dan karet menekan kinerja grup agribisnis. Namun, Indofood berhasil mencatat pertumbuhan kinerja. Kami tetap positif terhadap prospek grup agribisnis ke depannya dan akan melanjutkan rencana ekspansi sambil terus berupaya untuk mempertahankan daya saing kami di pasar," papar Anthoni.
(rna)
Lihat Juga :