Deprivasi perkotaan butuh aksesbilitas dan infrastruktur
Rabu, 31 Oktober 2012 - 13:47 WIB
Deprivasi perkotaan butuh aksesbilitas dan infrastruktur
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan urbanisasi telah menjadi penyebab utama deprivasi perkotaan yaitu terjadinya kesenjangan dalam distribusi dan pelayanan infrastruktur perkotaan di Indonesia.
Menteri PU Djoko Kirmanto dalam sambutannya pada acara The 3rd International Seminar on Tropical Eco-Settlements yang dibacakan Staf Ahli Menteri PU Bidang Ekonomi dan Investasi, Setia Budhy Algamar mengatakan dalam dua dekade mendatang, kota-kota di negara berkembang akan menyerap sekitar 95 persen dari pertumbuhan perkotaan total.
"Dan pada 2030, kota-kota tersebut akan menjadi rumah bagi hampir 80 persen penduduk perkotaan di dunia. Dengan demikian, kemiskinan perkotaan dan ketidaksetaraan akan mencirikan kota-kota di negara berkembang," kata dia di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Menurutnya, kemisikinan perkotaan yang mengacu pada berkurangnya sumber daya keuangan masih menjadi masalah besar bagi banyak negara berkembang. "Karena sebagian besar penduduknya hidup dengan fasilitas dibawah standar tanpa akses yang cukup ke infrastruktur perkotaan," tambahnya.
Akibat hak tersebut, akan berdampak pada terjadinya deprivasi perkotaan yaitu pola pembangunan yang tidak merata hingga menyebabkan kesenjangan dalam distribusi dan pelayanan infrastruktur.
"Penerapan pola pembangunan berkelanjutan untuk daerah perkotaan diharapkan menjadi salah satu cara yang efektif dalam menahan laju deprivasi perkotaan di Indonesia," pungkasnya.
Menteri PU Djoko Kirmanto dalam sambutannya pada acara The 3rd International Seminar on Tropical Eco-Settlements yang dibacakan Staf Ahli Menteri PU Bidang Ekonomi dan Investasi, Setia Budhy Algamar mengatakan dalam dua dekade mendatang, kota-kota di negara berkembang akan menyerap sekitar 95 persen dari pertumbuhan perkotaan total.
"Dan pada 2030, kota-kota tersebut akan menjadi rumah bagi hampir 80 persen penduduk perkotaan di dunia. Dengan demikian, kemiskinan perkotaan dan ketidaksetaraan akan mencirikan kota-kota di negara berkembang," kata dia di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Menurutnya, kemisikinan perkotaan yang mengacu pada berkurangnya sumber daya keuangan masih menjadi masalah besar bagi banyak negara berkembang. "Karena sebagian besar penduduknya hidup dengan fasilitas dibawah standar tanpa akses yang cukup ke infrastruktur perkotaan," tambahnya.
Akibat hak tersebut, akan berdampak pada terjadinya deprivasi perkotaan yaitu pola pembangunan yang tidak merata hingga menyebabkan kesenjangan dalam distribusi dan pelayanan infrastruktur.
"Penerapan pola pembangunan berkelanjutan untuk daerah perkotaan diharapkan menjadi salah satu cara yang efektif dalam menahan laju deprivasi perkotaan di Indonesia," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :