Apindo minta pemerintah tekan ekspor gas
Rabu, 31 Oktober 2012 - 14:02 WIB
Apindo minta pemerintah tekan ekspor gas
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini sekitar 44 persen pasokan gas Indonesia diekspor untuk kebutuhan industri di berbagai negara. Tingginya persentase gas yang diekspor ditengarai sangat mengganggu ketersediaan gas untuk industri di dalam negeri.
Karena itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk menekan ekspor gas dan lebih mengedepankan kebutuhan industri nasional.
"Kita lihat perkembangan industrialisasi butuh gas lebih banyak. Tapi mentalitas pejabat masih mementingkan ekspor. Harusnya gas dipakai ke dalam negeri dulu, bukan dapat sisa dari ekspor," keluh Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Sofjan mengkritik minimnya usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gas perindustrian dalam negeri. Alih-alih memajukan industri nasional, dunia usaha justru harus menanggung biaya energi yang mahal dan instabilitas suplai maupun harga.
"Tidak ada terobosaan untuk bikin industri lebih maju. Malah kita harus bayar energi lebih mahal. Suplai tidak cukup, harga bisa naik seenaknya," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah tidak memiliki cetak biru kebijakan energi yang komprehensif. "Tidak ada kebijakan energi yang jelas sekarang ini," tukas dia.
Lebih jauh, Sofjan mengungkapkan, seharusnya pemerintah memanfaatkan iklim perekonomian Indonesia yang sedang kondusif saat ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong pertumbuhan industri di dalam negeri, termasuk mengusahakan pemenuhan pasokan gas.
"Ini momentum yang pas, kita dilihat sebagai negara yang tumbuh 6 persen. Apakah kita mau melewatkan momentuum ini?" ujarnya.
Karena itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk menekan ekspor gas dan lebih mengedepankan kebutuhan industri nasional.
"Kita lihat perkembangan industrialisasi butuh gas lebih banyak. Tapi mentalitas pejabat masih mementingkan ekspor. Harusnya gas dipakai ke dalam negeri dulu, bukan dapat sisa dari ekspor," keluh Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Sofjan mengkritik minimnya usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gas perindustrian dalam negeri. Alih-alih memajukan industri nasional, dunia usaha justru harus menanggung biaya energi yang mahal dan instabilitas suplai maupun harga.
"Tidak ada terobosaan untuk bikin industri lebih maju. Malah kita harus bayar energi lebih mahal. Suplai tidak cukup, harga bisa naik seenaknya," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah tidak memiliki cetak biru kebijakan energi yang komprehensif. "Tidak ada kebijakan energi yang jelas sekarang ini," tukas dia.
Lebih jauh, Sofjan mengungkapkan, seharusnya pemerintah memanfaatkan iklim perekonomian Indonesia yang sedang kondusif saat ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong pertumbuhan industri di dalam negeri, termasuk mengusahakan pemenuhan pasokan gas.
"Ini momentum yang pas, kita dilihat sebagai negara yang tumbuh 6 persen. Apakah kita mau melewatkan momentuum ini?" ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :