Inflasi Oktober 2012 tercatat 0,16%
Kamis, 01 November 2012 - 11:41 WIB
Inflasi Oktober 2012 tercatat 0,16%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan inflasi bulan Oktober 2012 sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen.
Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen. "Terendah ketiga di lima tahun terakhir kecuali tahun lalu. Kenaikan harga dibulan oktober ini terkendali. Mudah-mudahaan postif karena menentukan daya beli," kata Kepala BPS Pusat Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Sementara itu, harga diatur pemerintah adalah sebesar 0,04 persen dimana secara yoy 2,80 persen. Pada harga bergejolak ada deflasi 0,09 persen dan yoy 6,66 persen.
Dari 66 kota IHK, Suryamin menyebutkan 37 kota mencatat inflasi, dan 29 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi adalah kota Manokwari 0,97 persen dan Padang 0,71 persen serta inflasi terendah di Kediri dengan 0,01 persen. "Sedangkan kota yang mencatat deflasi tertinggi adalah kota Ambon," jelasnya.
Terhadap Komponen pengeluaran, lanjutnya, bahan makanan masih mencatat deflasi sebesar 0,43 persen. Kemudian transportasi, komunikasi dan jasa keuangan deflasi 0,02 persen.
Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen. "Terendah ketiga di lima tahun terakhir kecuali tahun lalu. Kenaikan harga dibulan oktober ini terkendali. Mudah-mudahaan postif karena menentukan daya beli," kata Kepala BPS Pusat Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Sementara itu, harga diatur pemerintah adalah sebesar 0,04 persen dimana secara yoy 2,80 persen. Pada harga bergejolak ada deflasi 0,09 persen dan yoy 6,66 persen.
Dari 66 kota IHK, Suryamin menyebutkan 37 kota mencatat inflasi, dan 29 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi adalah kota Manokwari 0,97 persen dan Padang 0,71 persen serta inflasi terendah di Kediri dengan 0,01 persen. "Sedangkan kota yang mencatat deflasi tertinggi adalah kota Ambon," jelasnya.
Terhadap Komponen pengeluaran, lanjutnya, bahan makanan masih mencatat deflasi sebesar 0,43 persen. Kemudian transportasi, komunikasi dan jasa keuangan deflasi 0,02 persen.
(gpr)
Lihat Juga :