Eks Dirut Jamsostek ngaku sering di-pajaki orang Pemerintah
Kamis, 01 November 2012 - 15:23 WIB
Eks Dirut Jamsostek ngaku sering di-pajaki orang Pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Permintaan suap tidak hanya datang dari DPR, tapi juga dari instansi-instansi pemerintahan lainnya. Kenyataan ini diakui oleh mantan Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga. Pihaknya pun menganggap wajar 'permintaan-permintaan kecil' seperti itu.
"Kalau permintaan-permintaan itu si kalau masih wajar, itu saya upayakan untuk saya penuhi. Itu saya anggap sebagai suatu bantuan saja," ungkap Hotbonar Sinaga di Kantor PT RNI, Jakarta, Kamis (1/10/2012).
Hotbonar menjelaskan, permintaan tersebut tidak sama dengan pemerasan. Bantuan sukarela yang diberikannya untuk memenuhi permintaan-permintaan kecil dari berbagai instansi tersebut tidak lebih dari bantuan biasa. "Saya bantu sebagai kawan. Jadi saya anggap bukan sebagai pemerasan," katanya.
Bantuan yang diberikannya, sambung Hotbonar, berasal dari kantong pribadinya. Menurut pengakuannya, tidak banyak yang ia berikan kepada pihak-pihak yang mengajukan permintaan tersebut. "Tapi saya paling-paling ngasinya dari kantong saya 2 juta-3 juta," tutupnya.
Seperti diketahui, belakangan ini isu pemerasan BUMN oleh DPR yang dilontarkan Menteri BUMN Dahlan Iskan sangat menyita perhatian masyarakat. Nyatanya, instansi-instansi lainnya juga tidak bersih dari noda korupsi.
Pernyataan mantan Dirut Jamsostek ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga pemerintahan juga sering meminta suap, meski bentuk dan caranya berbeda dengan DPR.
"Kalau permintaan-permintaan itu si kalau masih wajar, itu saya upayakan untuk saya penuhi. Itu saya anggap sebagai suatu bantuan saja," ungkap Hotbonar Sinaga di Kantor PT RNI, Jakarta, Kamis (1/10/2012).
Hotbonar menjelaskan, permintaan tersebut tidak sama dengan pemerasan. Bantuan sukarela yang diberikannya untuk memenuhi permintaan-permintaan kecil dari berbagai instansi tersebut tidak lebih dari bantuan biasa. "Saya bantu sebagai kawan. Jadi saya anggap bukan sebagai pemerasan," katanya.
Bantuan yang diberikannya, sambung Hotbonar, berasal dari kantong pribadinya. Menurut pengakuannya, tidak banyak yang ia berikan kepada pihak-pihak yang mengajukan permintaan tersebut. "Tapi saya paling-paling ngasinya dari kantong saya 2 juta-3 juta," tutupnya.
Seperti diketahui, belakangan ini isu pemerasan BUMN oleh DPR yang dilontarkan Menteri BUMN Dahlan Iskan sangat menyita perhatian masyarakat. Nyatanya, instansi-instansi lainnya juga tidak bersih dari noda korupsi.
Pernyataan mantan Dirut Jamsostek ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga pemerintahan juga sering meminta suap, meski bentuk dan caranya berbeda dengan DPR.
(gpr)
Lihat Juga :