Menhub 'disemprot' penumpang KRL Commuter Line
Senin, 05 November 2012 - 12:52 WIB
Menhub 'disemprot' penumpang KRL Commuter Line
A
A
A
Sindonews.com - Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang berada di Stasiun Manggarai mengeluh pelayanan kereta kepada Menteri Perhubungan pada saat melakukan kunjungan di stasiun tersebut. Penumpang mengeluhkan karena kedatangan KRL Commuter Line yang tiap kali terlambat.
Salah satu penumpang KRL, Sugiati (53) yang bekerja sebagai karyawan swasta di Tanah Abang mengatakan, dirinya akan berangkat kerja dari Bekasi ke kantor. Namun, kereta yang ditumpanginya harus transit ke Manggarai sebelum sampai ke Stasiun Tanah Abang. Setelah setibanya di Manggarai, Sugiati harus menunggu kereta yang menuju Tanah Abang, tetapi kereta tersebut tidak kunjung tiba.
"Saya sudah dari pagi, kereta datangnya telat tidak sesuai jadwalnya. Telatnya sekitar 15 menit-20 menit," keluh Sugiati kepada Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Stasiun Manggarai, Senin (5/11/2012).
Menurut Sugiati, KRL Commuter Line saat ini terlalu banyak transitnya yang mengakibatkan banyak waktu terbuang, sehingga dirinya terlambat untuk ke kantor. "Sebaiknya KRL Commuter Line jangan terlalu banyak transit. Bekasi-Tanah Abang langsung aja," tuturnya.
Sugiati menambahkan, kereta yang ditumpanginya begitu padat oleh penumpang lainnya, sehingga dirinya saat mau naik ke kereta tersebut sangat sulit. "Penuh sesak. Mau naik aja susah, ini sudah terjadi berbulan-bulan," pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, bahwa dirinya menerima kritikan dari beberapa orang penumpang tersebut, dan itu merupakan hal yang wajar. Mangindaan mengakui memang pelayanan belum optimal, dan berjanji akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Sekarang kita lihat tadi ada keluhan-keluhan dari masyarakat. Pelayanannya memang dibandingkan kebutuhan masyarakat. Sangat tinggi kebutuhan masyarakat, pelayanannya masih belum bisa optimal. Saya pelajari tadi kenapa ibu-ibu tadi berteriak. Wajar, manusiawi. Saya terima semuanya itu sebagai Menhub," ujar Mangindaan.
Mangindaan menambahkan, Kementerian Perhubungan siap menambah frekuensi loop line yang dari Tanah Abang tersebut. Namun, untuk menambah frekuensi tersebut harus dilakukan penutupan 14 perlintasan sebidang di Jakarta.
"Oleh karenanya, kebetulan kami sudah berbicara dengan Gubernur, yang lama maupun baru. Satu-satunya yang paling gampang adalah membuat underpass perlintasan sebidang. Ada 14 atau 15 titik. Kalau itu terjadi, tambah gerbong berapa pun kita siap," ujarnya.
Salah satu penumpang KRL, Sugiati (53) yang bekerja sebagai karyawan swasta di Tanah Abang mengatakan, dirinya akan berangkat kerja dari Bekasi ke kantor. Namun, kereta yang ditumpanginya harus transit ke Manggarai sebelum sampai ke Stasiun Tanah Abang. Setelah setibanya di Manggarai, Sugiati harus menunggu kereta yang menuju Tanah Abang, tetapi kereta tersebut tidak kunjung tiba.
"Saya sudah dari pagi, kereta datangnya telat tidak sesuai jadwalnya. Telatnya sekitar 15 menit-20 menit," keluh Sugiati kepada Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Stasiun Manggarai, Senin (5/11/2012).
Menurut Sugiati, KRL Commuter Line saat ini terlalu banyak transitnya yang mengakibatkan banyak waktu terbuang, sehingga dirinya terlambat untuk ke kantor. "Sebaiknya KRL Commuter Line jangan terlalu banyak transit. Bekasi-Tanah Abang langsung aja," tuturnya.
Sugiati menambahkan, kereta yang ditumpanginya begitu padat oleh penumpang lainnya, sehingga dirinya saat mau naik ke kereta tersebut sangat sulit. "Penuh sesak. Mau naik aja susah, ini sudah terjadi berbulan-bulan," pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, bahwa dirinya menerima kritikan dari beberapa orang penumpang tersebut, dan itu merupakan hal yang wajar. Mangindaan mengakui memang pelayanan belum optimal, dan berjanji akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Sekarang kita lihat tadi ada keluhan-keluhan dari masyarakat. Pelayanannya memang dibandingkan kebutuhan masyarakat. Sangat tinggi kebutuhan masyarakat, pelayanannya masih belum bisa optimal. Saya pelajari tadi kenapa ibu-ibu tadi berteriak. Wajar, manusiawi. Saya terima semuanya itu sebagai Menhub," ujar Mangindaan.
Mangindaan menambahkan, Kementerian Perhubungan siap menambah frekuensi loop line yang dari Tanah Abang tersebut. Namun, untuk menambah frekuensi tersebut harus dilakukan penutupan 14 perlintasan sebidang di Jakarta.
"Oleh karenanya, kebetulan kami sudah berbicara dengan Gubernur, yang lama maupun baru. Satu-satunya yang paling gampang adalah membuat underpass perlintasan sebidang. Ada 14 atau 15 titik. Kalau itu terjadi, tambah gerbong berapa pun kita siap," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :