Tol Medan-Kualanamu mulai dibangun
Rabu, 07 November 2012 - 14:16 WIB
Tol Medan-Kualanamu mulai dibangun
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pudjo Nugroho melakukan groundbreaking secara simbolis Pembangunan tol Medan-Kualanamu sepanjang 17,8 Kilometer (km) di desa Penara, Kecamatan Batang Kuis, Medan, Sumut.
Tol dengan biaya pembangunan senilai Rp1,347 triliun tersebut direncanakan selesai dalam 900 hari. Hingga kini pembebasan lahan tol yang menghubungkan tol Medan-Belawan dengan Bandar Udara Kualanamu tersebut baru mencapai 53 persen.
Djoko Kirmanto dalam sambutannya, mengakui, perencanaan pelaksanaan groundbreaking ini dilakukan secara spontan setelah mendapatkan kabar dari Bappenas bahwa Individual Loan Agreement telah ditandatangani kemarin siang. Dirinya tidak mau membuang waktu lagi, mengingat pembangunan tol tersebut telat dimulai.
"Kontrak pembangunan sebenarnya telah ditandatangani pada Desember 2011, saya harapkan awal tahun sudah bisa dimulai, kenyataannya baru bisa kita lakukan hari ini. Karena kita terlambat mulai saya tidak mau buang-buang waktu agar kita tidak telat selesai," kata Djoko dalam keterangan rilisnya dari Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/11/2012).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga meminta kepada Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho untuk turut membantu proses pembebasan lahan. Menurutnya, berdasarkan pengalaman bila Gubernur turun langsung, maka pembebasan tanah akan berjalan lebih cepat. Gatot pun mengatakan akan berupaya keras untuk membantu proses pengadaan lahan tersebut.
Gatot menambahkan, terbangunnya tol ini memang sudah didambakan masyarakat Sumut. Mengingat Bandara Internasional Kualanamu yang akan segera beroperasi pada Maret 2013, sehingga keberadaan jalan penghubung baik tol maupun arteri merupakan suatu kebutuhan mendesak. Dengan adanya bandara tersebut beserta jalan penghubungnya, diharapkan pertumbuhan ekonomi Sumut dapat meningkat.
Tol dengan biaya pembangunan senilai Rp1,347 triliun tersebut direncanakan selesai dalam 900 hari. Hingga kini pembebasan lahan tol yang menghubungkan tol Medan-Belawan dengan Bandar Udara Kualanamu tersebut baru mencapai 53 persen.
Djoko Kirmanto dalam sambutannya, mengakui, perencanaan pelaksanaan groundbreaking ini dilakukan secara spontan setelah mendapatkan kabar dari Bappenas bahwa Individual Loan Agreement telah ditandatangani kemarin siang. Dirinya tidak mau membuang waktu lagi, mengingat pembangunan tol tersebut telat dimulai.
"Kontrak pembangunan sebenarnya telah ditandatangani pada Desember 2011, saya harapkan awal tahun sudah bisa dimulai, kenyataannya baru bisa kita lakukan hari ini. Karena kita terlambat mulai saya tidak mau buang-buang waktu agar kita tidak telat selesai," kata Djoko dalam keterangan rilisnya dari Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/11/2012).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga meminta kepada Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho untuk turut membantu proses pembebasan lahan. Menurutnya, berdasarkan pengalaman bila Gubernur turun langsung, maka pembebasan tanah akan berjalan lebih cepat. Gatot pun mengatakan akan berupaya keras untuk membantu proses pengadaan lahan tersebut.
Gatot menambahkan, terbangunnya tol ini memang sudah didambakan masyarakat Sumut. Mengingat Bandara Internasional Kualanamu yang akan segera beroperasi pada Maret 2013, sehingga keberadaan jalan penghubung baik tol maupun arteri merupakan suatu kebutuhan mendesak. Dengan adanya bandara tersebut beserta jalan penghubungnya, diharapkan pertumbuhan ekonomi Sumut dapat meningkat.
(gpr)
Lihat Juga :