Pelambatan ekspor pengaruhi penerimaan pajak
Senin, 12 November 2012 - 11:19 WIB
Pelambatan ekspor pengaruhi penerimaan pajak
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, faktor eksternal mempengaruhi penerimaan pajak tahun ini. Faktor eksternal tersebut, berupa menurunnya angka ekspor Indonesia.
"Penerimaan pajak tahun ini dipengaruhi faktor eksternal, khususnya pelambatan ekspor akibat permintaan terhadap barang-barang komoditas cenderung menurun," kata dia usai menghadiri Deklarasi Rajawali SAR di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (12/11/2012).
Hatta menjelaskan, komoditas yang cenderung menurunnya, diantaranya kelapa sawit, mineral dan komoditas lainnya. Akibat turunnya penerimaan pajak menyebabkan pendapatan perusahaan, terutama yang bergerak di sektor komoditas tersebut juga ikut tergerus.
"Sumber pendapatan negara itu ada dua, yaitu pajak dan pendapatan nonpajak. Penerimaan pajak kita dipengaruhi oleh faktor global, sehingga pendapatan perusahaan berpotensi turun,” ujarnya.
Sementara itu, realisasi penerimaan perpajakan hingga 28 September 2012 tercatat Rp885,025 triliun atau 66 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.
Meskipun realisasi tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2011 (Rp513,363 triliun), penerimaan perpajakan pada Agustus dan September mulai menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak,penerimaan perpajakan pada Agustus mencapai Rp62,708 triliun, sedangkan September mencapai Rp64,423 triliun. Penerimaan ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan April yang mencapai Rp81,94 triliun atau Juni yang melewati Rp70,64 triliun.
"Penerimaan pajak tahun ini dipengaruhi faktor eksternal, khususnya pelambatan ekspor akibat permintaan terhadap barang-barang komoditas cenderung menurun," kata dia usai menghadiri Deklarasi Rajawali SAR di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (12/11/2012).
Hatta menjelaskan, komoditas yang cenderung menurunnya, diantaranya kelapa sawit, mineral dan komoditas lainnya. Akibat turunnya penerimaan pajak menyebabkan pendapatan perusahaan, terutama yang bergerak di sektor komoditas tersebut juga ikut tergerus.
"Sumber pendapatan negara itu ada dua, yaitu pajak dan pendapatan nonpajak. Penerimaan pajak kita dipengaruhi oleh faktor global, sehingga pendapatan perusahaan berpotensi turun,” ujarnya.
Sementara itu, realisasi penerimaan perpajakan hingga 28 September 2012 tercatat Rp885,025 triliun atau 66 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.
Meskipun realisasi tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2011 (Rp513,363 triliun), penerimaan perpajakan pada Agustus dan September mulai menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak,penerimaan perpajakan pada Agustus mencapai Rp62,708 triliun, sedangkan September mencapai Rp64,423 triliun. Penerimaan ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan April yang mencapai Rp81,94 triliun atau Juni yang melewati Rp70,64 triliun.
(rna)
Lihat Juga :