Hingga Oktober, Timah serap opex Rp35,6 M
Senin, 12 November 2012 - 15:40 WIB
Hingga Oktober, Timah serap opex Rp35,6 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Timah Tbk (TINS) hingga akhir September tahun ini telah menyerap belanja operasional (operational expenditure/opex) sebesar Rp35,62 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Rosmainita Sari mengatakan, kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan hingga akhir bulan kesembilan tahun ini menemukan sumber daya sebanyak 18.526 ton untuk sumber daya inferred.
"Sebanyak 8.500 sumber daya indicated dan 6.587 ton untuk sumber daya measured," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/11/2012).
Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) yang diserap pada periode yang sama senilai Rp23,86 miliar. Untuk Oktober tahun ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan, berupa pemboran prospeksi dan pemantapan di perairan Kundur dan Bangka.
Namun, karena kondisi cuaca dan gelombang di perairan Kundur barat meninggi pada pertengahan Oktober, sehingga pemboran produksi dialihkan ke lokasi yang lebih kondusif.
Pemboran di darat dengan melakukan kegiatan pemboran primer untuk wilayah Bangka dan Belitung, sedangkan pemboran alluvial di pulau Bangka masih berjalan guna evaluasi produksi penambangan.
Menurut dia, satu kapal bor masih dalam masa docking. Diharapkan pada pertengahan November sudah bisa beroperasi. Sedangkan satu kapal bor dalam persiapan uji coba operasi.
Adapun, rencana kegiatan eksplorasi pada bulan ini, yakni pemboran prospeksi dan pemantapan dengan menggunakan enam kapal bor, dimana dua kapal untuk perairan Bangka. Sedangkan, empat kapal bor akan ditempatkan di perairan Kundur dan pemboran darat difokuskan ke daerah Belitung, Bangka Selatan dan Bangka Utara.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Rosmainita Sari mengatakan, kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan hingga akhir bulan kesembilan tahun ini menemukan sumber daya sebanyak 18.526 ton untuk sumber daya inferred.
"Sebanyak 8.500 sumber daya indicated dan 6.587 ton untuk sumber daya measured," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/11/2012).
Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) yang diserap pada periode yang sama senilai Rp23,86 miliar. Untuk Oktober tahun ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan, berupa pemboran prospeksi dan pemantapan di perairan Kundur dan Bangka.
Namun, karena kondisi cuaca dan gelombang di perairan Kundur barat meninggi pada pertengahan Oktober, sehingga pemboran produksi dialihkan ke lokasi yang lebih kondusif.
Pemboran di darat dengan melakukan kegiatan pemboran primer untuk wilayah Bangka dan Belitung, sedangkan pemboran alluvial di pulau Bangka masih berjalan guna evaluasi produksi penambangan.
Menurut dia, satu kapal bor masih dalam masa docking. Diharapkan pada pertengahan November sudah bisa beroperasi. Sedangkan satu kapal bor dalam persiapan uji coba operasi.
Adapun, rencana kegiatan eksplorasi pada bulan ini, yakni pemboran prospeksi dan pemantapan dengan menggunakan enam kapal bor, dimana dua kapal untuk perairan Bangka. Sedangkan, empat kapal bor akan ditempatkan di perairan Kundur dan pemboran darat difokuskan ke daerah Belitung, Bangka Selatan dan Bangka Utara.
(rna)
Lihat Juga :