Kemenpera bantu rumah korban konflik di Lampung
Kamis, 15 November 2012 - 17:44 WIB
Kemenpera bantu rumah korban konflik di Lampung
A
A
A
Sindonews - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Deputi Perumahan Swadaya memberikan bantuan perumahan kepada sekitar 395 warga yang menjadi korban konflik sosial di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Lampung Selatan.
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diberikan oleh Kemenpera kepada masing-masing korban konflik sosial di Lampung Selatan tersebut sebesar Rp11 juta per unit rumah.
"Kemenpera melalui program BSPS akan membantu sekitar 395 warga korban konflik di Lampung Selatan. Jumlah bantuan yang diberikan kepada masing-masing warga sekitar Rp11 juta untuk membangun rumahnya yang mengalami kerusakan," ujar Deputi Menteri Bidang Perumahan Swadaya Jamil Ansari kepada sejumlah wartawan usai memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah korban konflik di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (14/11/2012).
Jamil menjelaskan, Kemenpera telah membuat Surat Keputusan (SK) terkait penerima bantuan BSPS tersebut. Jumlah bantuan yang di berikan Kemenpera di Desa Balinuraga sebanyak 299 unit rumah dan di Desa Sidereno 96 unit rumah.
Bantuan perumahan tersebut, imbuhnya, akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan disalurkan melalui Bank BRI dengan pembuatan 186 buku tabungan untuk pembangunan perumahan.
Sedangkan untuk tahap kedua rencananya akan diberikan pada masyarakat pada tanggal 21 November mendatang. Kemenpera juga terus berusaha mengupayakan mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban konflik.
"Jumlah buku tabungan untuk program BSPS yang telah dicetak BRI sebanyak 186 warga yang berisi tabungan Rp 11 juta. Sisanya menunggu adanya KTP warga yang sebagian besar terbakar saat konflik terjadi. Kami targetkan hari Senin sudah selesai semua," katanya.
Lebih lanjut Jamil mengingatkan, meskipun warga sudah menerima dana BSPS Kemenpera di rekening masing-masing namun proses pencairannya tetap harus dilaksanakan secara bertahap.
Tahap pertama bisa dicairkan separuhnya yakni Rp5,5 juta. Apabila proses pembangunan sudah berjalan, maka sisa dananya bisa ditarik oleh warga dengan persetujuan SKPD bidang perumahan yang mengawasi proses pembangunan di daerah tersebut.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Lampung Selatan Ishak mengungkapkan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan serta perhatian dari pemerintah pusat melalui Kemenpera terkait bantuan BSPS ini. "Kami berharap bantuan serta dukungan dari Kemenpera dapat meringankan beban masyarakat yang menjadi korban konflik," kata Ishak.
Dirinya juga berharap agar proses BSPS tahap ke dua yang dilaksanakan pada tanggal 21 November bisa berjalan lancar.
"Pada tanggal tersebut Pemkab Lampung Selatan juga akan mengadakan kegiatan Deklarasi Damai yang akan diikuti oleh semua suku di Lampung Selatan. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di lapangan Desa Agom," terangnya.
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diberikan oleh Kemenpera kepada masing-masing korban konflik sosial di Lampung Selatan tersebut sebesar Rp11 juta per unit rumah.
"Kemenpera melalui program BSPS akan membantu sekitar 395 warga korban konflik di Lampung Selatan. Jumlah bantuan yang diberikan kepada masing-masing warga sekitar Rp11 juta untuk membangun rumahnya yang mengalami kerusakan," ujar Deputi Menteri Bidang Perumahan Swadaya Jamil Ansari kepada sejumlah wartawan usai memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah korban konflik di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (14/11/2012).
Jamil menjelaskan, Kemenpera telah membuat Surat Keputusan (SK) terkait penerima bantuan BSPS tersebut. Jumlah bantuan yang di berikan Kemenpera di Desa Balinuraga sebanyak 299 unit rumah dan di Desa Sidereno 96 unit rumah.
Bantuan perumahan tersebut, imbuhnya, akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan disalurkan melalui Bank BRI dengan pembuatan 186 buku tabungan untuk pembangunan perumahan.
Sedangkan untuk tahap kedua rencananya akan diberikan pada masyarakat pada tanggal 21 November mendatang. Kemenpera juga terus berusaha mengupayakan mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban konflik.
"Jumlah buku tabungan untuk program BSPS yang telah dicetak BRI sebanyak 186 warga yang berisi tabungan Rp 11 juta. Sisanya menunggu adanya KTP warga yang sebagian besar terbakar saat konflik terjadi. Kami targetkan hari Senin sudah selesai semua," katanya.
Lebih lanjut Jamil mengingatkan, meskipun warga sudah menerima dana BSPS Kemenpera di rekening masing-masing namun proses pencairannya tetap harus dilaksanakan secara bertahap.
Tahap pertama bisa dicairkan separuhnya yakni Rp5,5 juta. Apabila proses pembangunan sudah berjalan, maka sisa dananya bisa ditarik oleh warga dengan persetujuan SKPD bidang perumahan yang mengawasi proses pembangunan di daerah tersebut.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Lampung Selatan Ishak mengungkapkan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan serta perhatian dari pemerintah pusat melalui Kemenpera terkait bantuan BSPS ini. "Kami berharap bantuan serta dukungan dari Kemenpera dapat meringankan beban masyarakat yang menjadi korban konflik," kata Ishak.
Dirinya juga berharap agar proses BSPS tahap ke dua yang dilaksanakan pada tanggal 21 November bisa berjalan lancar.
"Pada tanggal tersebut Pemkab Lampung Selatan juga akan mengadakan kegiatan Deklarasi Damai yang akan diikuti oleh semua suku di Lampung Selatan. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di lapangan Desa Agom," terangnya.
(rna)
Lihat Juga :