PU Luncurkan analisis harga satuan pekerjaan konstruksi
Selasa, 20 November 2012 - 12:15 WIB
PU Luncurkan analisis harga satuan pekerjaan konstruksi
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meluncurkan inovasi terbaru Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) konstruksi baik untuk sumber daya air (SDA), jalan dan jembatan, serta pemukiman.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, AHSP bidang PU adalah pedoman untuk membantu pelaksanaan pekerjaan konstruksi misalnya untuk menganalisis harga satuan dasar komponen pekerjaan.
"Biasanya kontraktor menggunakan analisis BOW buatan Belanda yang dibuat pada 1941, namun dengan adanya AHSP ini akan disesuaikan dengan teknologi saat ini," kata Djoko usai membuka Pameran Produk Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU di Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Dia menjelaskan, inovasi terbaru hasil penelitian Balitbang PU tersebut diharapkan bisa menjadi terobosan untuk pengembangan infrastruktur di Tanah Air. "Dibutuhkan teknologi terbaru untuk mengatasi hambatan infrastruktur, jika menggunakan cara yang biasa-biasa saja, maka progres peningkatan infrastruktur akan berjalan lambat," ujarnya.
Bersamaan dengan AHSP, Badan Litbang PU juga meluncurkan model perhitungan cepat nilai tanah dalam rencana pembangunan waduk. Selama ini, salah satu instrumen yang digunakan untuk menilai harga tanah adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun, penggunaan NJOP banyak menimbulkan masalah karena terjadi disparitas yang sangat tinggi antara perhitungan harga tanah oleh pemilik tanah dan pihak yang membutuhkan tanah.
"Oleh karena itu, diperlukan suatu model yang dapat digunakan untuk melakukan estimasi harga tanah sebelum pembangunan waduk dilakasanakan," pungkasnya.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, AHSP bidang PU adalah pedoman untuk membantu pelaksanaan pekerjaan konstruksi misalnya untuk menganalisis harga satuan dasar komponen pekerjaan.
"Biasanya kontraktor menggunakan analisis BOW buatan Belanda yang dibuat pada 1941, namun dengan adanya AHSP ini akan disesuaikan dengan teknologi saat ini," kata Djoko usai membuka Pameran Produk Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU di Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Dia menjelaskan, inovasi terbaru hasil penelitian Balitbang PU tersebut diharapkan bisa menjadi terobosan untuk pengembangan infrastruktur di Tanah Air. "Dibutuhkan teknologi terbaru untuk mengatasi hambatan infrastruktur, jika menggunakan cara yang biasa-biasa saja, maka progres peningkatan infrastruktur akan berjalan lambat," ujarnya.
Bersamaan dengan AHSP, Badan Litbang PU juga meluncurkan model perhitungan cepat nilai tanah dalam rencana pembangunan waduk. Selama ini, salah satu instrumen yang digunakan untuk menilai harga tanah adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun, penggunaan NJOP banyak menimbulkan masalah karena terjadi disparitas yang sangat tinggi antara perhitungan harga tanah oleh pemilik tanah dan pihak yang membutuhkan tanah.
"Oleh karena itu, diperlukan suatu model yang dapat digunakan untuk melakukan estimasi harga tanah sebelum pembangunan waduk dilakasanakan," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :