Pasokan premium di Surabaya segera normal
Selasa, 27 November 2012 - 18:19 WIB
Pasokan premium di Surabaya segera normal
A
A
A
Sindonews.com - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) yakin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi atau Premium akan normal dalam kurun waktu 3 hari ke depan untuk wilayah Surabaya, yang meliputi Sidorjo, Madura, Gresik, Lamongan Mojokerto.
Saat ini sedang dalam proses pengisian tanki di sejumlah SPBU paska pencabutan kebijakan pembatasan penyaluran BBM.
"Saat ini memang ada beberapa SPBU yang tidak melayani premium lantaran kurangnya pasokkan dari pertamina. Namun setelah pencabutan kebijakan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi itu dalam tiga hari kedepan akan normal. Karena banyak tanki-tanki di SPBU yang kosong," kata Ketua Hiswana Migas wilayah Surabaya, Airlangga di sela sosialisasi dan implementasi regulasi pendistribusian BBM PSO (Public Service Obligation) oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Surabaya, Selasa (27/11/2012).
Ia menjelaskan, imbas dari pencabutan pembatasan penyaluran BBM Bersubsidi oleh pemerintah pada Minggu (25/11/2012) lalu tentunya akan membuat lancarnya pasokkan BBM bersubsidi. Tentunya, kondisi tersebut membutuhkan waktu.
Sebab, kebijakan yang diberlakukan pada Senin (19/11/2012) itu tidak efetif. "Tentunya masih berproses mengisi tanki-tangki itu. Tiga hari lagi akan normal," katanya.
Sementara dari data Pertamina Unit Pemasaran V, konsumsi BBM Subsidi di Jatim, Januari hingga Oktober 2012, Premium sebanyak 3.240.245 KL (Kilo Liter) dan Solar sebanyak 1.722.763 KL. Jumlah tersebut sekitar 85,8 persen dari Total Kuota BBM Subsidi untuk Jatim, sesuai APBN-P 2012.
Jika dibandingkan dengan kuota Januari-Oktober 2012, Premium sudah berlebih 2 persen, sedang Solar sudah berlebih 4 persen. Kebutuhan BBM di Jatim berfluktuasi. Namun rata-rata sebesar 10.500 KL/hari untuk Premium dan Solar sebanyak 5.500 KL/hari.
Di tempat yang sama, GM PT Pertamina Unit Pemasaran V, Affandi menambahkan, sejak kebijakan dari pemerintah keluar, pihak sudah tidak lagi melakukan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi.
Munculnya kebijakan menyetop pengurangan pasokkan BBM bersubsidi ini akan memicu kerawanan sosial. Dan dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan nasional.
"Semua dalam proses pengisian di tangki-tangki. Saya pastikan dalam beberapa jam pasokan di SPBU akan normal," tambahnya.
Saat ini sedang dalam proses pengisian tanki di sejumlah SPBU paska pencabutan kebijakan pembatasan penyaluran BBM.
"Saat ini memang ada beberapa SPBU yang tidak melayani premium lantaran kurangnya pasokkan dari pertamina. Namun setelah pencabutan kebijakan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi itu dalam tiga hari kedepan akan normal. Karena banyak tanki-tanki di SPBU yang kosong," kata Ketua Hiswana Migas wilayah Surabaya, Airlangga di sela sosialisasi dan implementasi regulasi pendistribusian BBM PSO (Public Service Obligation) oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Surabaya, Selasa (27/11/2012).
Ia menjelaskan, imbas dari pencabutan pembatasan penyaluran BBM Bersubsidi oleh pemerintah pada Minggu (25/11/2012) lalu tentunya akan membuat lancarnya pasokkan BBM bersubsidi. Tentunya, kondisi tersebut membutuhkan waktu.
Sebab, kebijakan yang diberlakukan pada Senin (19/11/2012) itu tidak efetif. "Tentunya masih berproses mengisi tanki-tangki itu. Tiga hari lagi akan normal," katanya.
Sementara dari data Pertamina Unit Pemasaran V, konsumsi BBM Subsidi di Jatim, Januari hingga Oktober 2012, Premium sebanyak 3.240.245 KL (Kilo Liter) dan Solar sebanyak 1.722.763 KL. Jumlah tersebut sekitar 85,8 persen dari Total Kuota BBM Subsidi untuk Jatim, sesuai APBN-P 2012.
Jika dibandingkan dengan kuota Januari-Oktober 2012, Premium sudah berlebih 2 persen, sedang Solar sudah berlebih 4 persen. Kebutuhan BBM di Jatim berfluktuasi. Namun rata-rata sebesar 10.500 KL/hari untuk Premium dan Solar sebanyak 5.500 KL/hari.
Di tempat yang sama, GM PT Pertamina Unit Pemasaran V, Affandi menambahkan, sejak kebijakan dari pemerintah keluar, pihak sudah tidak lagi melakukan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi.
Munculnya kebijakan menyetop pengurangan pasokkan BBM bersubsidi ini akan memicu kerawanan sosial. Dan dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan nasional.
"Semua dalam proses pengisian di tangki-tangki. Saya pastikan dalam beberapa jam pasokan di SPBU akan normal," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :