2013, belanja konstruksi ditargetkan Rp400 T
Rabu, 28 November 2012 - 15:38 WIB
2013, belanja konstruksi ditargetkan Rp400 T
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memprediksi nilai belanja konstruksi pada tahun 2013 mendatang bisa mencapai Rp400 triliun, meningkat 20 persen dari target nilai belanja konstruksi tahun ini sebesar Rp330 triliun.
Kepala Badan Pembina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Goeritno mengatakan, peningkatan jumlah nilai belanja konstruksi didukung makin bertambahnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperoleh lembaga dan kementerian pada tahun 2013.
"Melihat pertumbuhan konstruksi cukup bagus, 2012 ini meningkat cukup pesat. Mudah-mudahan di tahun 2013 bisa lebih tinggi lagi. Pasar konstruksi itu penting, saat ini di atas 10 persen dari PDB kita," kata Bambang usai menghadiri seminar konstruksi nasional di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Dia menambahkan, kapitalisasi konstruksi juga begitu besar yang disusun dari pemerintah, swasta, BUMN dan BUMD. Pihaknya optimistis dengan situasi ekonomi dan politik yang kondusif sekarang, pangsa pasar pertumbuhan konstruksi akan terus berkembang seiring pembangunan infrastruktur nasional.
Menurut Bambang, perusahaan BUMN masih mendominasi pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, dengan persentase pendanaan sebesar 20 persen dari BUMN dan BUMD.
"Dari pemerintah 30 persen, sisanya swasta dan pemda 30 persen. Kita harus jaga momentum ini karena itu forum jasa konstruksi ini penting," akunya.
Karena pasar konstruksi Indonesia besar, lanjut Bambang, yang harus diantisipasi, banyak pelaku asing yang masuk. Meskipun tidak bisa dicegah, namun dengan memperkuat dari segi kualitas, masyarakat konstruksi bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam era perdagangan bebas seperti saat ini.
"Mudah-mudahan masyarakat konstruksi siap menghadapi peluang dan tantangan yang ada. Kita harus memanfaatkan dengan baik, pertumbuhan ekonomi kita dengan memberikan percepatan pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan bisa siap," pungkasnya.
Kepala Badan Pembina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Goeritno mengatakan, peningkatan jumlah nilai belanja konstruksi didukung makin bertambahnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperoleh lembaga dan kementerian pada tahun 2013.
"Melihat pertumbuhan konstruksi cukup bagus, 2012 ini meningkat cukup pesat. Mudah-mudahan di tahun 2013 bisa lebih tinggi lagi. Pasar konstruksi itu penting, saat ini di atas 10 persen dari PDB kita," kata Bambang usai menghadiri seminar konstruksi nasional di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Dia menambahkan, kapitalisasi konstruksi juga begitu besar yang disusun dari pemerintah, swasta, BUMN dan BUMD. Pihaknya optimistis dengan situasi ekonomi dan politik yang kondusif sekarang, pangsa pasar pertumbuhan konstruksi akan terus berkembang seiring pembangunan infrastruktur nasional.
Menurut Bambang, perusahaan BUMN masih mendominasi pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, dengan persentase pendanaan sebesar 20 persen dari BUMN dan BUMD.
"Dari pemerintah 30 persen, sisanya swasta dan pemda 30 persen. Kita harus jaga momentum ini karena itu forum jasa konstruksi ini penting," akunya.
Karena pasar konstruksi Indonesia besar, lanjut Bambang, yang harus diantisipasi, banyak pelaku asing yang masuk. Meskipun tidak bisa dicegah, namun dengan memperkuat dari segi kualitas, masyarakat konstruksi bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam era perdagangan bebas seperti saat ini.
"Mudah-mudahan masyarakat konstruksi siap menghadapi peluang dan tantangan yang ada. Kita harus memanfaatkan dengan baik, pertumbuhan ekonomi kita dengan memberikan percepatan pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan bisa siap," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :