Rp8 triliun harta Bakrie untuk korban lumpur
Jum'at, 30 November 2012 - 06:00 WIB
Rp8 triliun harta Bakrie untuk korban lumpur
A
A
A
Sindonews.com - Pihak keluarga Aburizal Bakrie (Ical) mengaku salah satu penyebab Ical terdepak dari daftar 40 Orang Terkaya Indonesia versi majalah Forbes karena uangnya sebesar senilai Rp8 triliun digunakan untuk membayar ganti rugi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo.
"Meski tak masuk dalam daftar orang terkaya, keluarga Bakrie kan dengan segala kekurangannya membeli aset-aset berupa tanah dan bangunan korban lumpur Sidoarjo. Sudah Rp8 triliun lebih harta keluarga untuk masalah itu," terang juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara saat dihubungi, Kamis (29/11/2012) malam.
Lalu mengaku, meskipun PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), perusahaan Bakrie yang melakukan pengeboran, namun sebenarnya bukanlah pemegang saham mayoritas di proyek tersebut. Namun, keluarga Bakrie ikhlas mengeluarkan dana sebesar itu.
"Di proyek itu kan ada pemegang saham lain seperti Santos dan Medco. Tapi seluruh dana penanganan bencana dilakukan menggunakan harta keluarga Bakrie," kata Lalu.
Diberitakan sebelumnya, status orang terkaya di Indonesia Aburizal Bakrie mulai dipertanyakan. Lantaran nilai kekayaan yang dimilikinya menjadi tidak jelas akibat permasalahan yang menimpa perusahaan-perusahaannya.
Dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia.
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
"Meski tak masuk dalam daftar orang terkaya, keluarga Bakrie kan dengan segala kekurangannya membeli aset-aset berupa tanah dan bangunan korban lumpur Sidoarjo. Sudah Rp8 triliun lebih harta keluarga untuk masalah itu," terang juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara saat dihubungi, Kamis (29/11/2012) malam.
Lalu mengaku, meskipun PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), perusahaan Bakrie yang melakukan pengeboran, namun sebenarnya bukanlah pemegang saham mayoritas di proyek tersebut. Namun, keluarga Bakrie ikhlas mengeluarkan dana sebesar itu.
"Di proyek itu kan ada pemegang saham lain seperti Santos dan Medco. Tapi seluruh dana penanganan bencana dilakukan menggunakan harta keluarga Bakrie," kata Lalu.
Diberitakan sebelumnya, status orang terkaya di Indonesia Aburizal Bakrie mulai dipertanyakan. Lantaran nilai kekayaan yang dimilikinya menjadi tidak jelas akibat permasalahan yang menimpa perusahaan-perusahaannya.
Dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia.
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
(gpr)
Lihat Juga :