Bakrie pernah merasa lebih miskin dari pengemis
Jum'at, 30 November 2012 - 07:00 WIB
Bakrie pernah merasa lebih miskin dari pengemis
A
A
A
Sindonews.com - Meski tak termasuk dalam daftar Orang Terkaya Indonesia versi Majala Forbes, Aburizal Bakrie (Ical) mengaku masih bersyukur jika mengingat masa-masa menderita pada tahun 1997 lalu.
"Keluarga Bakrie masih lebih baik dibanding saat tahun 1997, di mana beliau saat itu merasa lebih miskin dari pengemis karena antara aset dan utangnya minusnya sangat-sangat luar biasa," ungkap juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara saat dihubungi, Kamis (29/11/2012) malam.
Sosok, Aburizal, sambungnya, merupakan sosok yang tidak ingin membanding-bandingkan harta yang dimilikinya dengan milik orang lain. " Beliau tidak pernah memikirkan isi kantong orang. Tapi memikirkan kantong sendiri. Dan yang terpenting, bagaimana keluarga Bakrie melalui perusahaannya bisa menciptakan lapangan kerja," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, status orang terkaya di Indonesia Aburizal Bakrie mulai dipertanyakan. Lantaran nilai kekayaan yang dimilikinya menjadi tidak jelas akibat permasalahan yang menimpa perusahaan-perusahaannya.
Dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia.
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
"Keluarga Bakrie masih lebih baik dibanding saat tahun 1997, di mana beliau saat itu merasa lebih miskin dari pengemis karena antara aset dan utangnya minusnya sangat-sangat luar biasa," ungkap juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara saat dihubungi, Kamis (29/11/2012) malam.
Sosok, Aburizal, sambungnya, merupakan sosok yang tidak ingin membanding-bandingkan harta yang dimilikinya dengan milik orang lain. " Beliau tidak pernah memikirkan isi kantong orang. Tapi memikirkan kantong sendiri. Dan yang terpenting, bagaimana keluarga Bakrie melalui perusahaannya bisa menciptakan lapangan kerja," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, status orang terkaya di Indonesia Aburizal Bakrie mulai dipertanyakan. Lantaran nilai kekayaan yang dimilikinya menjadi tidak jelas akibat permasalahan yang menimpa perusahaan-perusahaannya.
Dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia.
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
(gpr)
Lihat Juga :