Pemprov Jatim bangun kawasan inovasi Gresik
Jum'at, 30 November 2012 - 13:21 WIB
Pemprov Jatim bangun kawasan inovasi Gresik
A
A
A
Sindonews.com - Menuju pertumbuhan ekonomi 7,5 persen di tahun 2013, pemerintah provinsi Jawa Timur menggrap kawasan hortikultura berbasis inovasi di kawasan Gresik Utara. Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut merupakan area gersang dan income per kapita per penduduk sangat rendah.
Total lahan yang akan dikembangkan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 2.000 hektare (ha). Kepala Biro Ekonomi Sekdaprov Jatim Mohammad Ardi P mengatakan, pengembangan kawasan Gresik utara ini masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk menuju hal itu, diperlukan pembangunan infrastrukur-infrastruktur.
"Memang pengembangan kawasan Gresik Utara ini tidak masuk dalam RPJMD Jawa Timur. Namun, Presiden sudah menyatakan bahwa kawasan ini masuk dalam Kawasan Industri Inovasi Gresik Utara. Oleh karena itu, pengembangan ini masuk dalam MP3EI yang dicanangkan pemerintah pusat. Tahun 2013 proyek ini akan mulai realisasi," papar Ardi usai penandatanganan MoU antara PT Galasari Gunungswadaya dengan Bapel Puspa Agro di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jum'at (30/11/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk kawasan inovasi Gresik Utara akan dirintis pengembangan perkebunan mangga, yakni Mangga Cokanan. Mangga tersebut khusus dibudidayakan untuk ekspor. Dengan adanya pengembangan kawasan ini akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 7,5 persen pada tahun 2013, termasuk ada peningkatan income per kapita penduduk.
"Saat ini, di kawasan tersebut income per kapitanya sekitar Rp10 juta per tahun dan rata-rata penduduknya bermatapencarian buruh tani dan petani musiman. Dengan adanya pengembangan kawasan inovasi Gresik diharapkan mampu mencapai Rp75 Juta per tahun," terangnya.
Untuk mendukung percepatan, setiap investasi didukung oleh infrastruktur. Karena kawasan tersebut gersang, yang dibutuhkan pembangunan waduk, dimana prosesnya sudah ada penyiapan lahan sekitar 50 ha. Pemprov Jatim sedang melakukan penyipan dokumen amdal dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. "Kita juga didukung oleh Kementerian Perdagangan (kemendag)," tukasnya.
Di tempat sama, Komisasris PT Galasari Gungungswadaya H.A Djauhar Arifin mengatakan, pengembangan kawasan ini akan dilakukan dalam bentuk perkebunan inti plasma. Untuk inti sekitar 300 ha milik PT Galasari GunungSwadaya. Saat ini, lahan tersebut sudah ditanami Mangga Cokanan. Dari jumlah tersebut dikembangakan seluas 2.000 ha milik masyarakat sekitar kawasan Sidayu, Gresik.
"Dari 300 hektar lahan itu, saat ini sudah mencapai 1.000 ton per tahun. Dengan lahan milik masyarakat ini akan produksi mangga akan mencapai puluhan ribu ton dan akan diekspor untuk mencukupi kebutuhan mangga di Asia," tukasnya.
Total lahan yang akan dikembangkan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 2.000 hektare (ha). Kepala Biro Ekonomi Sekdaprov Jatim Mohammad Ardi P mengatakan, pengembangan kawasan Gresik utara ini masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk menuju hal itu, diperlukan pembangunan infrastrukur-infrastruktur.
"Memang pengembangan kawasan Gresik Utara ini tidak masuk dalam RPJMD Jawa Timur. Namun, Presiden sudah menyatakan bahwa kawasan ini masuk dalam Kawasan Industri Inovasi Gresik Utara. Oleh karena itu, pengembangan ini masuk dalam MP3EI yang dicanangkan pemerintah pusat. Tahun 2013 proyek ini akan mulai realisasi," papar Ardi usai penandatanganan MoU antara PT Galasari Gunungswadaya dengan Bapel Puspa Agro di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jum'at (30/11/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk kawasan inovasi Gresik Utara akan dirintis pengembangan perkebunan mangga, yakni Mangga Cokanan. Mangga tersebut khusus dibudidayakan untuk ekspor. Dengan adanya pengembangan kawasan ini akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 7,5 persen pada tahun 2013, termasuk ada peningkatan income per kapita penduduk.
"Saat ini, di kawasan tersebut income per kapitanya sekitar Rp10 juta per tahun dan rata-rata penduduknya bermatapencarian buruh tani dan petani musiman. Dengan adanya pengembangan kawasan inovasi Gresik diharapkan mampu mencapai Rp75 Juta per tahun," terangnya.
Untuk mendukung percepatan, setiap investasi didukung oleh infrastruktur. Karena kawasan tersebut gersang, yang dibutuhkan pembangunan waduk, dimana prosesnya sudah ada penyiapan lahan sekitar 50 ha. Pemprov Jatim sedang melakukan penyipan dokumen amdal dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. "Kita juga didukung oleh Kementerian Perdagangan (kemendag)," tukasnya.
Di tempat sama, Komisasris PT Galasari Gungungswadaya H.A Djauhar Arifin mengatakan, pengembangan kawasan ini akan dilakukan dalam bentuk perkebunan inti plasma. Untuk inti sekitar 300 ha milik PT Galasari GunungSwadaya. Saat ini, lahan tersebut sudah ditanami Mangga Cokanan. Dari jumlah tersebut dikembangakan seluas 2.000 ha milik masyarakat sekitar kawasan Sidayu, Gresik.
"Dari 300 hektar lahan itu, saat ini sudah mencapai 1.000 ton per tahun. Dengan lahan milik masyarakat ini akan produksi mangga akan mencapai puluhan ribu ton dan akan diekspor untuk mencukupi kebutuhan mangga di Asia," tukasnya.
(rna)
Lihat Juga :