Tenaga kerja Indonesia perlu berbenah
Rabu, 05 Desember 2012 - 11:15 WIB
Tenaga kerja Indonesia perlu berbenah
A
A
A
Sindonews.com - Semakin terbukanya persaingan global menuntut masyarakat dunia untuk meningkatkan kapasitas dirinya dalam menghadapi persaingan bursa tenaga kerja dunia.
"Di China saja sekarang orang sudah tidak mau jadi buruh, karena tingkat pendidikan mereka juga yang semkin meningkat. Nah, di Indonesia kalau tenaga kerjanya tidak meningkatkan kualitasnya bisa disalipi tenaga kerja-tenaga kerja dari luar negeri yang kualitasnya lebih baik," kata pengamat Ekonomi, Aviliani di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Hal ini senada dengan pandangan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Pardomuan Sihombing. Menurutnya, dengan domestic demand yang tinggi, membuat Indonesia menjadi salah satu primadona investasi yang potensial.
"Kalau dibilang pengusaha bakal hengkang dari Indonesia gara-gara upah buruh naik, bisa jadi itu belum tentu benar, karena kita itu pasar yang potensial," katanya.
Namun demikian, tenaga kerja Indonesia agaknya juga perlu berbenah agar tidak tergerus dengan persaingan bursa tenaga kerja global yang semakin terbuka.
"Tapi pengusaha juga tentu juga tidak mau rugi. Dengan gaji yang tinggi mereka bisa jadi cari buruh yang kualitasnya lebih baik. Misalnya dari Filipina, mungkin pekerjaannya sama tapi tenaga kerja mereka bisa bahasa Inggris misalnya. Itu kan nilai tambah," sambungnya.
Untuk itu, kata dia, perlu adanya kesadaran bersama dari pemerintah maupun tenaga kerja secara individu untuk dapat meningkatkan kualitasnya sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik di pasar global.
"Di China saja sekarang orang sudah tidak mau jadi buruh, karena tingkat pendidikan mereka juga yang semkin meningkat. Nah, di Indonesia kalau tenaga kerjanya tidak meningkatkan kualitasnya bisa disalipi tenaga kerja-tenaga kerja dari luar negeri yang kualitasnya lebih baik," kata pengamat Ekonomi, Aviliani di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Hal ini senada dengan pandangan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Pardomuan Sihombing. Menurutnya, dengan domestic demand yang tinggi, membuat Indonesia menjadi salah satu primadona investasi yang potensial.
"Kalau dibilang pengusaha bakal hengkang dari Indonesia gara-gara upah buruh naik, bisa jadi itu belum tentu benar, karena kita itu pasar yang potensial," katanya.
Namun demikian, tenaga kerja Indonesia agaknya juga perlu berbenah agar tidak tergerus dengan persaingan bursa tenaga kerja global yang semakin terbuka.
"Tapi pengusaha juga tentu juga tidak mau rugi. Dengan gaji yang tinggi mereka bisa jadi cari buruh yang kualitasnya lebih baik. Misalnya dari Filipina, mungkin pekerjaannya sama tapi tenaga kerja mereka bisa bahasa Inggris misalnya. Itu kan nilai tambah," sambungnya.
Untuk itu, kata dia, perlu adanya kesadaran bersama dari pemerintah maupun tenaga kerja secara individu untuk dapat meningkatkan kualitasnya sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik di pasar global.
(gpr)
Lihat Juga :