Hatta pede pertumbuhan ekonomi RI di atas 6,3%
Kamis, 06 Desember 2012 - 21:18 WIB
Hatta pede pertumbuhan ekonomi RI di atas 6,3%
A
A
A
Sindonews.com - Kendati tidak mau terlalu optimis, namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan berada di bawah level 6,3 persen.
Hal tersebut, kata Hatta, adalah perhitungan yang paling realistis mengingat pengaruh global yang masih kuat bagi pertumbuhan ekonomi domestik.
"Tidak akan kurang dari range 6,3-6,5 persen itu. Maka kita harus realistis juga," ujarnya Hatta saat ditemui di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Pertumbuhan ekonomi dunia yang masih dilanda krisis, lanjut Hatta, agaknya menjadi faktor utama yang menekan ekonomi nasional. "Jadi China ekspornya berkurang. Kalau China dan India menurun, ekspor kita juga terganggu. Sekarang sudah terlihat," tandasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi ekspor Indonesia khususnya beberapa komoditas utama akan kembali pulih di tahun 2013. Salah satu indikatornya adalah ekspansi sektor manufaktur di China dan Jepang.
"Kita yakin ekspor akan pulih kembali karena kalau kita lihat ekspansi manufacturing di China dan Jepang," ujar Direktur Departemen Perencanaan Stategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah.
Hal tersebut, kata Hatta, adalah perhitungan yang paling realistis mengingat pengaruh global yang masih kuat bagi pertumbuhan ekonomi domestik.
"Tidak akan kurang dari range 6,3-6,5 persen itu. Maka kita harus realistis juga," ujarnya Hatta saat ditemui di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Pertumbuhan ekonomi dunia yang masih dilanda krisis, lanjut Hatta, agaknya menjadi faktor utama yang menekan ekonomi nasional. "Jadi China ekspornya berkurang. Kalau China dan India menurun, ekspor kita juga terganggu. Sekarang sudah terlihat," tandasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi ekspor Indonesia khususnya beberapa komoditas utama akan kembali pulih di tahun 2013. Salah satu indikatornya adalah ekspansi sektor manufaktur di China dan Jepang.
"Kita yakin ekspor akan pulih kembali karena kalau kita lihat ekspansi manufacturing di China dan Jepang," ujar Direktur Departemen Perencanaan Stategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah.
(gpr)
Lihat Juga :