2013, Pertamina batasi BBM subsidi dengan IT
Sabtu, 08 Desember 2012 - 15:22 WIB
2013, Pertamina batasi BBM subsidi dengan IT
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan, penggunaan sistem teknologi informasi (information technology/IT) untuk mencegah mobil-mobil mewah membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi bisa terealisasi pada tahun 2013 mendatang. Awal 2013, tender sistem IT sudah dijalankan.
"Proses tender berjalan awal tahun, ada pemenangnya. Dalam satu tahun sudah bisa digunakan di seluruh Indonesia," jelas Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya di GBK, Jakarta, Sabtu (8/12/2012).
Penggunaan sistem IT ini, lanjut dia, akan menghabiskan dana sebesar Rp800 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut. "Anggaran dari Pertamina. Satu tahun Rp800 miliar," ungkapnya.
Pihaknya optimistis sistem IT ini akan berhasil membuat BBM subsidi tepat sasaran. "Kalau ini dipasang, kalau ada payung hukum, kita bisa kendalikan," pungkas Hanung.
Sebelumnya, Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) pun mendorong Pertamina untuk segera menggunakan sistem IT agar BBM subsidi tepat sasaran.
"Pertamina wajib memasang sistem IT agar BBM subsidi ini bisa tepat kepada orang yg berhak," tutur Direktur BPH Migas Djoko Siswanto beberapa waktu lalu.
"Proses tender berjalan awal tahun, ada pemenangnya. Dalam satu tahun sudah bisa digunakan di seluruh Indonesia," jelas Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya di GBK, Jakarta, Sabtu (8/12/2012).
Penggunaan sistem IT ini, lanjut dia, akan menghabiskan dana sebesar Rp800 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut. "Anggaran dari Pertamina. Satu tahun Rp800 miliar," ungkapnya.
Pihaknya optimistis sistem IT ini akan berhasil membuat BBM subsidi tepat sasaran. "Kalau ini dipasang, kalau ada payung hukum, kita bisa kendalikan," pungkas Hanung.
Sebelumnya, Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) pun mendorong Pertamina untuk segera menggunakan sistem IT agar BBM subsidi tepat sasaran.
"Pertamina wajib memasang sistem IT agar BBM subsidi ini bisa tepat kepada orang yg berhak," tutur Direktur BPH Migas Djoko Siswanto beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :