Lakukan eksplorasi, Timah serap anggaran Rp68 M
Senin, 10 Desember 2012 - 10:47 WIB
Lakukan eksplorasi, Timah serap anggaran Rp68 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Timah Tbk (TINS) hingga akhir November 2012 telah mencairkan dana sebesar Rp68,06 miliar untuk belanja operasional (operational expenditure/opex) maupun belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan untuk melakukan kegiatan eksplorasi.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Agung Nugroho mengatakan, perseroan pada November tahun ini melakukan pemboran propeksi dan pemantapan di perairan Kundur dan Bangka.
"Karena perubahan cuaca dan gelombang cukup tinggi, maka kegiatan pemboran di perairan Kundur barat dialokasikan untuk kegiatan pemboran di perairan Bangka Barat," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/12/2012).
Dia menjelaskan, kegiatan pemboran aluvial dalam di darat tersebut dilakukan di perairan Bangka, sedangkan kegiatan pemboran primer di Bangka dan Belitung. Adapun, belanja operasional yang terserap untuk kegiatan tersebut sebesar Rp38,27 miliar dan belanja modal Rp29,79 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp68,06 miliar.
Perusahaan timah pelat merah tersebut hingga akhir bulan lalu telah menemukan sumber daya inferred 17.403 ton, indicated 11.295 ton dan 7.700 ton sumber daya measured.
Pada bulan ini, perseroan berencana melakukan kegiatan eksplorasi berupa pemboran prospeksi dan pemantapan dengan delapan kapal bor, dimana empat kapal dialokasikan di perairan Bangka dan sisanya di Kundur. Pemboran darat saat ini masih difokuskan di Belitung dan Bangka.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Agung Nugroho mengatakan, perseroan pada November tahun ini melakukan pemboran propeksi dan pemantapan di perairan Kundur dan Bangka.
"Karena perubahan cuaca dan gelombang cukup tinggi, maka kegiatan pemboran di perairan Kundur barat dialokasikan untuk kegiatan pemboran di perairan Bangka Barat," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/12/2012).
Dia menjelaskan, kegiatan pemboran aluvial dalam di darat tersebut dilakukan di perairan Bangka, sedangkan kegiatan pemboran primer di Bangka dan Belitung. Adapun, belanja operasional yang terserap untuk kegiatan tersebut sebesar Rp38,27 miliar dan belanja modal Rp29,79 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp68,06 miliar.
Perusahaan timah pelat merah tersebut hingga akhir bulan lalu telah menemukan sumber daya inferred 17.403 ton, indicated 11.295 ton dan 7.700 ton sumber daya measured.
Pada bulan ini, perseroan berencana melakukan kegiatan eksplorasi berupa pemboran prospeksi dan pemantapan dengan delapan kapal bor, dimana empat kapal dialokasikan di perairan Bangka dan sisanya di Kundur. Pemboran darat saat ini masih difokuskan di Belitung dan Bangka.
(rna)
Lihat Juga :