Pertumbuhan ekonomi China bisa melesat
Senin, 10 Desember 2012 - 10:56 WIB
Pertumbuhan ekonomi China bisa melesat
A
A
A
Sindonews.com - Tingkat pertumbuhan ekonomi China mungkin akan menunjukkan kecepatan lagi, karena pemerintah China merilis output industri yang kuat dan angka penjualan ritel.
Menurut data resmi dari Biro Statistik Nasional, produksi industri naik 10,1 persen pada bulan November, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini lebih baik dari yang diharapkan, dan kinerja terkuat sejak Maret.
Pada saat yang sama, penjualan ritel China meningkat sebesar 14,9 persen. Ini juga yang menunjukkan yang terbaik selama delapan bulan.
Dilansir dari BBC, Senin (10/12/2012), data ekonomi resmi merupakan yang pertama akan dirilis sejak Partai Komunis menunjuk pemimpin baru bulan lalu. Angka-angka itu akan menjadi kabar baik bagi mereka, tetapi juga untuk perekonomian dunia, sebagai output pabrik China merupakan indikasi permintaan global untuk produk konsumen negara itu.
Hingga akhir September, tingkat pertumbuhan ekonomi China melambat tujuh kuartal berturut-turut, karena penurunan ekspor dan permintaan domestik yang lemah.
Data untuk tiga bulan saat ini dari Oktober sampai Desember akan dirilis di tahun baru. Untuk bulan Juli sampai September, tingkat pertumbuhan 7,4 persen, turun dari 7,6 persen pada kuartal pertama tahun ini, dan 9,2 persen untuk 2011 secara keseluruhan.
Data lain yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan bahwa inflasi China naik sedikit menjadi 3 persen pada bulan November dari 2,7 persen pada bulan Oktober.
"Perekonomian China di sweet spot sekarang dengan rebound pertumbuhan PDB, pertumbuhan laba rebound dan inflasi yang rendah," kata ekonom China di Bank of America Merrill Lynch, Lu Ting.
Menurut data resmi dari Biro Statistik Nasional, produksi industri naik 10,1 persen pada bulan November, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini lebih baik dari yang diharapkan, dan kinerja terkuat sejak Maret.
Pada saat yang sama, penjualan ritel China meningkat sebesar 14,9 persen. Ini juga yang menunjukkan yang terbaik selama delapan bulan.
Dilansir dari BBC, Senin (10/12/2012), data ekonomi resmi merupakan yang pertama akan dirilis sejak Partai Komunis menunjuk pemimpin baru bulan lalu. Angka-angka itu akan menjadi kabar baik bagi mereka, tetapi juga untuk perekonomian dunia, sebagai output pabrik China merupakan indikasi permintaan global untuk produk konsumen negara itu.
Hingga akhir September, tingkat pertumbuhan ekonomi China melambat tujuh kuartal berturut-turut, karena penurunan ekspor dan permintaan domestik yang lemah.
Data untuk tiga bulan saat ini dari Oktober sampai Desember akan dirilis di tahun baru. Untuk bulan Juli sampai September, tingkat pertumbuhan 7,4 persen, turun dari 7,6 persen pada kuartal pertama tahun ini, dan 9,2 persen untuk 2011 secara keseluruhan.
Data lain yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan bahwa inflasi China naik sedikit menjadi 3 persen pada bulan November dari 2,7 persen pada bulan Oktober.
"Perekonomian China di sweet spot sekarang dengan rebound pertumbuhan PDB, pertumbuhan laba rebound dan inflasi yang rendah," kata ekonom China di Bank of America Merrill Lynch, Lu Ting.
(gpr)
Lihat Juga :