PLN-ANZ kerja sama kembangkan 3 PLTA
Senin, 10 Desember 2012 - 12:49 WIB
PLN-ANZ kerja sama kembangkan 3 PLTA
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero dan Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) telah melakukan penandatangan perjanjian kerja sama sebagai penasehat transaksi pengembangan proyek kerja sama pemerintah-swasta untuk tiga proyek pembangkit listrik hidro. Pembangkit listik tenaga air ini akan dikembangkan di Sulawesi dan Sumatera.
Adapun, ketiga pembangkit listrik teaga air (PLTA) tersebut meliputi, PLTA di Karama berkapasita 450 megawatt (MW) di Sulawesi, PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW di Sumatera Utara serta PLTA di Merangin berkapasitas 350 MW. Skema yang digunakan dalam pengembangan PLTA tersebut adalah kerja sama pemerintahs swasta (public private partnership/PPP).
Keberhasilan pengembangan proyek PLTA ini sangat enting untuk mendukung sistem daya Sulawesi dan Sumatera. Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menyatakan, PLN menunjuk ANZ dalam memainkan perannya sebagai penasehat kunci dalam mendukung proyek-proyek pembangkit listrik hidro milik perseroan lantaran memeiliki pengalaman dalam pengembangan proyek panas bumi.
"Setelah melalui analisa dan penilaian yang kompetitif dan transparan, PLN menunjuk ANZ Mengingat rekor ANZ yang sudah lama dan keahliannya dalam menangani proyek-proyek panas bumi dan hidro di seluruh Asia,” kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (10/12/2012).
Sementara ANZ Global Head, Project & Structured Finance Paul Finn menuturkan, pembangkit listrik hidro dapat memainkan peran penting dalam memberikin listrik yang murah dan rendah karbon bagi pelanggan PLN.
"Indonesia merupakan salah satu ANZ ang memiliki operasi terbesar di Asia dan merupakan landasan dari strategi super regional Bbank. Tugas sebagai penasehat akan memanfaatkan keberadaan ANZ di Indonesia, pengalaman dalam pembiayaan tenaga listrik, dan keahlian dalam tenaga air pada khususnya. Proyek-proyek ini merupakan langkah penting dalam pengembangan lanjutan dari sistem pembangkit listrik di Indonesia,” tutur dia.
Adapun, ketiga pembangkit listrik teaga air (PLTA) tersebut meliputi, PLTA di Karama berkapasita 450 megawatt (MW) di Sulawesi, PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW di Sumatera Utara serta PLTA di Merangin berkapasitas 350 MW. Skema yang digunakan dalam pengembangan PLTA tersebut adalah kerja sama pemerintahs swasta (public private partnership/PPP).
Keberhasilan pengembangan proyek PLTA ini sangat enting untuk mendukung sistem daya Sulawesi dan Sumatera. Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menyatakan, PLN menunjuk ANZ dalam memainkan perannya sebagai penasehat kunci dalam mendukung proyek-proyek pembangkit listrik hidro milik perseroan lantaran memeiliki pengalaman dalam pengembangan proyek panas bumi.
"Setelah melalui analisa dan penilaian yang kompetitif dan transparan, PLN menunjuk ANZ Mengingat rekor ANZ yang sudah lama dan keahliannya dalam menangani proyek-proyek panas bumi dan hidro di seluruh Asia,” kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (10/12/2012).
Sementara ANZ Global Head, Project & Structured Finance Paul Finn menuturkan, pembangkit listrik hidro dapat memainkan peran penting dalam memberikin listrik yang murah dan rendah karbon bagi pelanggan PLN.
"Indonesia merupakan salah satu ANZ ang memiliki operasi terbesar di Asia dan merupakan landasan dari strategi super regional Bbank. Tugas sebagai penasehat akan memanfaatkan keberadaan ANZ di Indonesia, pengalaman dalam pembiayaan tenaga listrik, dan keahlian dalam tenaga air pada khususnya. Proyek-proyek ini merupakan langkah penting dalam pengembangan lanjutan dari sistem pembangkit listrik di Indonesia,” tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :