Bantah impor, PLN utamakan LNG dalam negeri
Senin, 10 Desember 2012 - 16:18 WIB
Bantah impor, PLN utamakan LNG dalam negeri
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT PLN (persero), Nur Pamudji menjelaskan, langkah impor Liquid Natural Gas (LNG) merupakan opsi terakhir yang akan dilakukan pihaknya.
"Impor LNG, akan kita lakukan kalau terjadi kekurangan LNG di dalam negeri untuk PLN. Misalnya, dari dalam negeri tak bisa dipenuhi, baru kita lakukan impor," terang Nur saat ditemui di JW Marriott, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Menurutnya, LNG hasil produksi perusahaan dalam negeri harus diutamakan dan pihaknya tidak ingin gegabah dengan serta-merta melakukan impor LNG.
"Pertama tentu kita mengutamakan LNG dalam negeri. Apabila sudah ada konfirmasi LNG dalam negerinya tidak mencukupi. Nah kekurangannya baru kita impor," tegasnya sekali lagi.
Diberitakan sebelumnya, PLN menjajaki kemungkinan mengimpor LNG Qatar dari penjual asal Hungaria. Impor dilakukan guna mencukupi kebutuhan gas PLN yang ditampung di FSRU Jawa Barat, yang tak mampu dipenuhi LNG eks Sempra asal Blok Tangguh.
Menurut Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini, saat ini pembicaraan tengah dilakukan. Trader asal Hungaria bahkan sedang berada di Indonesia untuk melakukan pembicaraan dengan PLN. "Penjual asal Hungaria mengaku bisa mencukupi kebutuhan PLN hingga 1,5 metric ton per annum (MTPA)," katanya pekan lalu.
"Impor LNG, akan kita lakukan kalau terjadi kekurangan LNG di dalam negeri untuk PLN. Misalnya, dari dalam negeri tak bisa dipenuhi, baru kita lakukan impor," terang Nur saat ditemui di JW Marriott, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Menurutnya, LNG hasil produksi perusahaan dalam negeri harus diutamakan dan pihaknya tidak ingin gegabah dengan serta-merta melakukan impor LNG.
"Pertama tentu kita mengutamakan LNG dalam negeri. Apabila sudah ada konfirmasi LNG dalam negerinya tidak mencukupi. Nah kekurangannya baru kita impor," tegasnya sekali lagi.
Diberitakan sebelumnya, PLN menjajaki kemungkinan mengimpor LNG Qatar dari penjual asal Hungaria. Impor dilakukan guna mencukupi kebutuhan gas PLN yang ditampung di FSRU Jawa Barat, yang tak mampu dipenuhi LNG eks Sempra asal Blok Tangguh.
Menurut Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini, saat ini pembicaraan tengah dilakukan. Trader asal Hungaria bahkan sedang berada di Indonesia untuk melakukan pembicaraan dengan PLN. "Penjual asal Hungaria mengaku bisa mencukupi kebutuhan PLN hingga 1,5 metric ton per annum (MTPA)," katanya pekan lalu.
(gpr)
Lihat Juga :